Kebun Raya Bogor kembangkan konsep wisata berbasis pengalaman - ANTARA News Megapolitan
Kota Bogor (ANTARA) - Kebun Raya Bogor mengembangkan konsep wisata berbasis pengalaman dengan mengajak pengunjung mengenal dan mempelajari tumbuhan dan lingkungan melalui berbagai aktivitas edukasi dan praktik langsung.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya Zaenal Arifin di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, mengatakan konsep tersebut dikembangkan untuk memperluas fungsi kebun raya sebagai ruang interaksi masyarakat dengan alam.
“Kebun Raya bukan hanya tempat untuk melihat dan menikmati koleksi tumbuhan. Di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan melalui berbagai aktivitas,” kata Zaenal.
Kebun Raya Bogor menyediakan sejumlah kelas edukasi, antara lain pembuatan kompos, propagasi tanaman buah atau mencangkok, tanaman buah dalam pot (tabulampot), kokedama, Nepenthes, terrarium, Platycerium, kultur jaringan, Oshibana, dan ecoprint.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi mengenai tumbuhan, tetapi juga melakukan praktik dengan pendampingan fasilitator.
Zaenal menjelaskan pendekatan berbasis pengalaman membuat proses pembelajaran mengenai tumbuhan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pengunjung, kata dia, dapat mengetahui secara langsung proses memperbanyak dan merawat tumbuhan hingga memanfaatkannya menjadi produk kreatif.
Salah satu aktivitas yang dikembangkan adalah Oshibana, yakni seni membuat karya dengan memanfaatkan bunga dan dedaunan yang dikeringkan menggunakan teknik tekan atau press.
Dalam kelas tersebut, peserta mempelajari teknik dasar Oshibana kemudian mempraktikkannya menggunakan material tumbuhan yang telah disediakan.
Nama Oshibana berasal dari bahasa Jepang, yakni oshi yang berarti ditekan dan bana yang berarti bunga. Bunga dan daun yang telah dikeringkan kemudian disusun menjadi karya seni dengan tetap mempertahankan bentuk serta warna alaminya.
Aktivitas tersebut juga digunakan untuk melatih kreativitas, ketelitian, fokus, dan kesabaran peserta dalam menyusun material tumbuhan menjadi sebuah komposisi.
Zaenal mengatakan program edukasi tersebut terbuka bagi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, keluarga, pelajar, mahasiswa hingga komunitas.
Menurut Zaenal, pengembangan kegiatan tersebut diharapkan membuat kunjungan masyarakat ke kebun raya tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga kesempatan mengenal keanekaragaman hayati dan memahami pentingnya konservasi.
“Pada akhirnya, kami ingin masyarakat pulang dari Kebun Raya tidak hanya membawa foto atau hasil karya, tetapi juga membawa pengetahuan dan pengalaman baru tentang tumbuhan,” kata Zaenal.
Salah seorang peserta kelas Oshibana, Aurora (15), mengaku mendapatkan pengalaman baru mengenai pengolahan bunga setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya juga suka hal-hal seni visual dan estetika bunga. Setelah mengikuti kelas edukasi ini, saya jadi tahu bagaimana proses menata dan mengawetkan bunga dengan teknik Oshibana,” katanya.
Peserta lainnya, Arsyad, menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus melatih kesabaran.
“Seni Oshibana ini unik dan berbeda dari kerajinan tangan pada umumnya. Setelah mengikuti kelas ini, saya jadi tahu cara membuat Oshibana. Selain itu, manfaat yang paling saya rasakan adalah melatih kesabaran,” ujarnya.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.