Kebakaran Desa Adat Sade Hanguskan Rumah hingga Tempat Usaha, PNM Salurkan Bantuan untuk Warga

Liputan6.com, Lombok Tengah - Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, tidak hanya membuat warga kehilangan tempat tinggal. Sejumlah alat tenun, hasil produksi hingga kios kecil yang menjadi sumber penghasilan masyarakat turut dilalap api.

Dampak tersebut turut dirasakan nasabah PNM Mekaar yang tinggal dan menjalankan usaha di kawasan wisata budaya tersebut.

Banyak perempuan di Desa Adat Sade selama ini menggantungkan penghasilan dari kerajinan tenun. Kain songket dan selendang khas Sasak yang mereka produksi bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber pendapatan keluarga.

Kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya melahap ratusan rumah tradisional suku Sasak dalam waktu singkat. Warga bahkan harus menyelamatkan diri tanpa sempat membawa barang-barang mereka.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan mulai berdatangan. Sekitar pukul 21.00 WITA pada Rabu (26/8/2026), truk bantuan memasuki kawasan Desa Adat Sade dengan membawa dukungan bagi masyarakat terdampak.

Kebakaran Desa Adat Sade Hanguskan Rumah hingga Tempat Usaha, PNM Salurkan Bantuan untuk Warga

Perbesar

(Foto:Dok.PNM)

Kehilangan Rumah Sekaligus Sumber Penghasilan

Dampak kebakaran bagi sebagian warga tidak berhenti pada hilangnya tempat tinggal.

Peralatan tenun yang biasa digunakan untuk menghasilkan kerajinan, stok hasil produksi, hingga kios yang menjadi tempat menjual produk kepada wisatawan ikut terbakar.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga harus menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni kehilangan rumah dan terhentinya sumber penghasilan yang selama ini menopang kebutuhan keluarga.

PNM kemudian bergerak melalui PNM Peduli untuk mendampingi nasabah dan masyarakat yang terdampak. Respons tersebut diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pada masa darurat, tetapi juga melihat kebutuhan lanjutan ketika warga mulai memasuki tahap pemulihan.

“Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit, PNM tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga tetap bersama mereka sampai kondisi berangsur pulih. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, kami akan terus melihat kebutuhan lanjutan, termasuk bagaimana nasabah dapat kembali menjalankan aktivitas dan usahanya,” ujar Direktur Utama PNM, Kindaris.

Kebakaran Desa Adat Sade Hanguskan Rumah hingga Tempat Usaha, PNM Salurkan Bantuan untuk Warga

Perbesar

(Foto:Dok.PNM)

PNM Petakan Kebutuhan Warga Terdampak

Sebelum bantuan diberikan, tim PNM Peduli lebih dahulu melakukan pemetaan terhadap kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan agar dukungan yang disalurkan sesuai dengan kondisi nasabah dan warga terdampak, bukan sekadar memberikan paket bantuan secara umum.

Hasil pemetaan menunjukkan perlengkapan rumah tangga menjadi salah satu kebutuhan utama.

Pasalnya, kebakaran turut memusnahkan hampir seluruh peralatan yang biasa digunakan warga untuk memasak, makan, minum maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagi masyarakat yang baru kehilangan sebagian besar isi rumah, perlengkapan tersebut menjadi kebutuhan penting untuk mulai menjalani kembali kehidupan sehari-hari di tengah keterbatasan.

Setiap bantuan yang diterima diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam kondisi darurat, tetapi juga menjadi langkah awal bagi warga untuk kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.

Bantuan Tiba Kurang dari Sepekan Setelah Kebakaran

Respons terhadap warga dan nasabah terdampak dilakukan dalam waktu kurang dari satu minggu setelah kebakaran.

PNM Peduli menyalurkan dukungan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dengan mempertimbangkan kondisi nyata yang ditemukan di lapangan.

Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membantu nasabah melewati masa pemulihan setelah kehilangan rumah maupun sarana yang selama ini digunakan untuk menjalankan usaha.

Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, perhatian selanjutnya diarahkan pada proses pemulihan, termasuk melihat kebutuhan nasabah agar dapat kembali beraktivitas dan menjalankan usahanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6