KDKMP Nagrak Kabupaten Bandung gandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk lindungi 3.005 anggota - ANTARA News Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan sosial kepada 3.005 anggota.
Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Kamis, mengatakan kerja sama tersebut sebagai pertama dilakukan KDKMP di Kabupaten Bandung dengan harapan menjadi contoh bagi koperasi lainnya di daerah itu.
"KDKMP Nagrak ini yang pertama melaksanakan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Ini sangat luar biasa dan semoga bisa menjadi percontohan bagi KDKMP lainnya," katanya.
Ia meminta pelaksanaan program tersebut tidak tumpang tindih dengan program BPJS Ketenagakerjaan yang telah dibiayai pemerintah daerah sehingga perlindungan dapat diperluas kepada anggota keluarga yang belum menjadi peserta.
"Jangan sampai dobel, tetapi lebih baik kepesertaan dialihkan kepada anggota keluarga lain yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.
Menurut dia, Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung perlu menyosialisasikan pola kerja sama tersebut agar dapat diterapkan oleh KDKMP di wilayah lain.
"Sehingga nantinya BPJS Ketenagakerjaan bisa roadshow dan bekerja sama dengan KDKMP yang ada di Kabupaten Bandung," kata dia.
KDKMP Nagrak saat ini tercatat sebagai koperasi dengan jumlah anggota terbanyak di Kabupaten Bandung, yakni 3.005 orang, serta mengembangkan sejumlah unit usaha seperti penyediaan sembako dan distribusi gas untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebelumnya, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung mencatat 278 desa dan kelurahan telah membentuk KDKMP, dengan 102 gerai koperasi telah terbangun hingga Mei 2026, serta 43 gerai di antaranya telah selesai dan mulai menjalankan fungsi layanan ekonomi masyarakat.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.