Karyawan Kantoran Banting Setir Jadi Kurir, Ungkap Fakta Tak Terduga
Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia bergerak begitu cepat. Perkembangan teknologi yang kian pesat mengubah lanskap bursa kerja. Tak jarang perubahan ini bisa secara drastis membolak-balikkan jalan hidup seseorang.
Bagi yang cepat beradaptasi, ada peluang besar yang menanti. Namun, tak sedikit pihak-pihak yang kemudian 'tersingkir' dan harus memutar otak untuk bertahan hidup, meskipun dengan cara yang tak ideal.
Perempuan berusia 45 tahun asal Brasil, Camila Valim, mendadak viral setelah membagikan kisah perjalanan kariernya di media sosial. Dari seorang eksekutif pemasaran senior (Head of Marketing) di sebuah grup hiburan, Valim kini menjalani profesi sebagai kurir makanan menggunakan sepeda listrik (e-bike).
Setelah viral, Valim menuliskan pengalamannya melalui esai yang dipublikasikan di Business Insider. Ia bercerita awal-mula berhenti berkarier di korporat setelah menghabiskan waktu lebih dari dua dekade.
Dalam penuturannya, Valim mengaku berhenti bekerja sebagai Head of Marketing perusahaan hiburan karena mengalami kelelahan mental alias burnout. Ia kemudian banting setir dan merintis jalan sebagai professional organizer.
Ia membangun bisnis kecil-kecilan lewat Instagram dan kemudian menjadi sukses. Namun, badai perceraian yang terjadi 5 tahun lalu memaksa ibu dua anak ini kembali merangkak ke dunia korporat.
Valim kembali ke industri yang sudah ia kenal lama, yakni marketing. Ia bekerja sebagai konsultan marketing, tetapi kontraknya habis 8 bulan lalu.
Di tengah gempuran teknologi canggih yang berdampak pada bursa kerja secara luas, Valim kesulitan mencari pekerjaan baru di dunia marketing. Dalam 8 bulan terakhir, ia hanya mendapat 2 kali wawancara kerja (interview).
Situasi ini membuatnya kian terhimpit dengan beban biaya rumah tangga, serta orang tua tunggal (single parent) yang menjadi tulang punggung untuk kedua anaknya yang berusia 9 dan 12 tahun.
"Saya sempat berhasil melangkah jauh dalam proses interview beberapa minggu lalu untuk posisi kepala brand dan komunikasi (Head of Brand and Communications). Rasanya itu adalah penyelamat terakhir saya," tulisnya, dikutip dari Business Insider.
Sesi interview yang ia jalani memberi secerca harapan, bahwa ia tak perlu menjual rumah untuk bertahan hidup. Ia juga bisa mempertahankan gaya hidup keluarganya. Sayangnya, ketika menjemput anak-anaknya dari sekolah, Valim mendapat kabar bahwa posisi itu sudah diberikan kepada kandidat lain.
"Saat itulah saya tahu bahwa saya harus membuat keputusan yang sangat serius dan mengambil langkah-langkah yang tidak menyenangkan," tulisnya.
Menjadi Kurir Makanan Online
Di tengah situasi yang tak mudah, Valim menerima saran seorang sepupu untuk menjadi kurir makanan di platform online, menggunakan sepeda listrik. Ia menjalani profesi tersebut sembari mencari pekerjaan korporat baru.
"Prosesnya sangat cepat, dan saya langsung disetujui untuk mulai mengantar dalam waktu singkat. Pekerjaan ini fleksibel dan cocok dengan jadwal saya sebagai single parent. Saya bisa tetap mendampingi anak-anak, terus mencari pekerjaan di korporat, serta membuat konten dan membangun kembali bisnis pengorganisasian saya secara bersamaan," ia menceritakan.
Valim mengaku mendapat banyak pelajaran selama menjalani profesi sebagai kurir makanan online. Misalnya, arti ketepatan waktu yang lebih ketat, pada level yang belum pernah ia hadapi sebelumnya. Di atas sepeda, Valim merasa bebas dan memiliki jeda untuk berpikir.
Ia mengaku mendapat banyak wawasan dan ide baru saat mengendarai sepeda. Contohnya, di atas sepeda, ia mendapat ide untuk mencetak kisah dan CV-nya, untuk dibagikan langsung ke orang-orang.
"Saya akan menerima penghasilan dalam bentuk apa pun dan melakukan apa saja demi bertahan hidup. Saya sedang berusaha mengembangkan akun Instagram saya lagi. Saya tahu saya harus menjual rumah saya, tetapi saya bersyukur memilikinya sebagai rencana cadangan untuk mendapatkan lebih banyak uang demi menaruh makanan di meja makan," ia menjelaskan.
Banyak Orang Bagikan Pengalaman Serupa
Menurut Valim, profesi sebagai kurir makanan online merupakan jembatan bagi dirinya hingga rumahnya terjual. Ia sadar, ia tak bisa bertahan hidup dengan dua anak hanya dari mengantar makanan. Ia bertekad untuk mengejar babak berikutnya dalam kariernya.
"Saya mengunggah sebuah reel Instagram tentang bagaimana hidup saya di usia 45 tahun tidak berjalan seperti yang saya bayangkan. Unggahan itu menjadi viral dan telah ditonton hampir 900.000 kali. Saya pikir itu menjadi viral karena saya menolak untuk merasa malu, dan semoga saya memberi izin kepada orang lain untuk berhenti merasa malu juga," kata Valim.
Tadinya, Valim mengira konten yang ia buat akan terasa dekat (relatable) dengan kaum perempuan. Namun, ternyata kontennya juga beresonansi dengan para lelaki.
"Ada banyak perempuan dan laki-laki yang mengirim pesan kepada saya, mengatakan bahwa mereka tidak pernah menceritakan kepada siapapun bahwa mereka berada di posisi yang sama. Saya pikir itu menunjukkan betapa rapatnya keheningan yang menyelimuti situasi ini bagi semua orang," ia memungkasi.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]