Karhutla Meluas di Lereng Gunung, Jalur Pendakian dan Wisata Kawah Ijen Ditutup Total - ANTARA News Jawa Barat

Banyuwangi (ANTARA) - Aktivitas wisata serta pendakian di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen yang membentang di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso resmi dihentikan untuk sementara waktu akibat insiden kebakaran hutan dan lahan.

Melalui surat edaran resmi yang dikeluarkan pada Jumat (4/9), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur menyatakan bahwa penutupan ini bersifat mendesak guna mengantisipasi ancaman bahaya serta menjaga keselamatan para pengunjung. Kebijakan pembatasan akses tersebut akan berlaku sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan hingga situasi benar-benar terkendali.

"Dalam rangka meminimalisir risiko pengunjung, maka dilakukan penutupan kegiatan kunjungan di kawasan TWA Kawah Ijen hingga waktu tidak ditentukan," dalam surat pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi Partana mengatakan, kebakaran hutan dan lahan telah merembet mendekati kawasan Pondok Bunder yang merupakan jalur pendakian menuju Kawah Ijen, sehingga jalur pendakian ditutup sementara.

Menurut dia, untuk memperkuat pengawasan juga disiapkan pos pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Paltuding dan didukung mobil pemadam kebakaran, kendaraan operasional BPBD, serta personel.

"Selain penanganan dari darat, BPBD Banyuwangi juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur untuk membahas kemungkinan penanganan melalui jalur udara," kata Partana.

Partana menyampaikan karena medan di kawasan TWA Kawah Ijen cukup sulit dengan kondisi tebing dan jurang curam yang menyulitkan akses kendaraan menuju sejumlah titik kebakaran.

"Petugas juga telah menyiapkan sekitar 15 unit jet pump dengan kemampuan jangkauan semprotan sekitar 15 meter," katanya.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.