◐

Karhutla di Toraja Hanguskan Kuburan Batu, Diduga Dibakar

Toraja Utara -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara, Kecamatan Baruppu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Api tak hanya membakar kawasan hutan, tetapi juga merembet ke kuburan batu di tebing hingga menghanguskan sejumlah peti jenazah.

Kebakaran yang terjadi sejak Jumat (23/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026) itu diduga dipicu oleh unsur kesengajaan. Namun, identitas orang yang diduga memicu api dan penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.

Kepala Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Riantho Yusuf Sangkelo, mengatakan dugaan tersebut muncul berdasarkan informasi dari masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin ada unsur kesengajaan atau karena iseng. Itu informasi dari masyarakat," kata Riantho kepada detikSulsel, Minggu (25/10/2026).

Menurut Riantho, warga sempat melihat seseorang membakar kawasan di sekitar lokasi. Warga kemudian berusaha mengejar orang tersebut, tetapi identitasnya belum diketahui.

"Penyebabnya itu ada sempat orang yang melihat membakar. Artinya mungkin iseng atau apa, tapi dikejar sama belum diketahui pasti sama masyarakat siapa," ujarnya.

Selain membakar lahan, api juga merembet ke kuburan batu atau liang yang berada di tebing. Sejumlah peti jenazah dilaporkan ikut terdampak. "Itu kuburan namanya liang. Jadi ada belasan atau puluhan liang itu karena tiga titik yang berbeda tempatnya. Sempat ada itu (peti terbakar)," ucap Riantho.

Proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Petugas pun harus menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi untuk menjinakkan api.

"Kendaraan kami tidak memungkinkan masuk ke dalam untuk melakukan pemadaman, karena akses jalan yang susah," tuturnya.

Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Manggala Agni, kelompok pecinta alam (KPA), Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Riantho mengatakan personelnya turut menggunakan peralatan milik Manggala Agni untuk membantu proses pemadaman.

"Jadi kami hanya mem-backup teman-teman Manggala Agni. Peralatannya Manggala Agni yang kami gunakan di sana, pompanya kita pakai," katanya.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh kepolisian. Riantho mengatakan pihaknya belum merinci keseluruhan dampak kebakaran yang turut menghanguskan kuburan batu tersebut.

"Penyebab pastinya sementara masih diselidiki oleh teman-teman dari kepolisian untuk mencari tahu kira-kira penyebabnya ini," pungkasnya.

---

Artikel ini sudah tayang di detikSulsel.

(ddn/ddn)