Karhutla di sejumlah wilayah Kapuas mulai mendekati permukiman warga
Karhutla di sejumlah wilayah Kapuas mulai mendekati permukiman warga
Selasa, 18 Agustus 2026 21:05 WIB
Karhutla mendekati permukiman warga di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Selasa (18/8/2026). ANTARA/HO-warga.
Kuala Kapuas (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Pangeran S Pandangan, membenarkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, mulai mendekati permukiman warga.
"Saat ini, tim gabungan terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur terkait, terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian di sejumlah titik yang terbakar," Pangeran di Kuala Kapuas, Selasa.
Berdasarkan laporan yang diterima, karhula terjadi di Desa Telekung Punai, Kecamatan Kapuas Murung, sudah mendekati permukiman warga setempat. Begitu juga di Kecamatan Dadahup, tepatnya di Pasar Selasa RT 1 Dadahup sudah menghanguskan satu unit bangunan sarang wallet warga setempat, hingga mengenai sebagian rumah warga.
Kemudian, di Kecamatan Kapuas Timur, karhutla sudah mendekatan fasilitas sekolah dan permukiman penduduk tepanya di Anjir Km 1,5 hingga Km 2.
"Untuk luasan lahan yang terbakar saat ini, tim gabungan masih bekerja untuk memadamkan api di lapangan, dan petugas juga melakukan pemantauan untuk memastikan kobaran api tidak semakin mendekati rumah dan fasilitas umum milik warga," kata Pangeran.
Menurutnya, kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau membuat api lebih mudah menjalar, terutama pada kawasan yang memiliki vegetasi dan semak belukar yang mudah terbakar. Angin juga dapat mempercepat penyebaran api sehingga petugas harus bekerja ekstra dalam melakukan pemadaman dan pendinginan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi karhutla diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau kepulan asap. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan karena dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran yang sulit dikendalikan.
Selain mengancam permukiman, karhutla juga berpotensi menurunkan kualitas udara akibat asap yang ditimbulkan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Baca juga: Bupati Kapuas serukan larangan bakar lahan dan penghematan air
Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana terus memperkuat patroli dan pemantauan di wilayah rawan karhutla. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus melindungi permukiman dan masyarakat dari dampak yang ditimbulkan.
"Penanganan karhutla membutuhkan dukungan seluruh pihak. Masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, sehingga potensi kebakaran selama musim kemarau dapat ditekan," demikian Pangeran.
Baca juga: Medan sulit dan sumber air jadi kendala petugas padamkan karhutla di Kapuas
Baca juga: Karhutla hanguskan puluhan hektare lahan empat kecamatan di Kapuas
Baca juga: Wabup Kapuas: TMMD berdampak bagi kesejahteraan masyarakat
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.