Karantina Babel gagalkan penyeludupan 372 ekor burung endemik Pulau Belitung - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggagalkan penyeludupan 372 ekor burung endemik di Pulau Belitung guna mencegah perdagangan ilegal yang mengancam kelestarian ekosistem di daerah itu.

"Burung yang diamankan ini, kita kembalikan ke habitat alaminya untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di daerah ini," kata Kepala Karantina Provinsi Kepulauan Babel Herwintarti di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan Balai Karantina Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Satuan Pelayanan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, Satuan Lapangan Tricantika Sektor Belitung, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil menggagalkan penyeludupan 372 ekor burung endemik Pulau Belitung di Pelabuhan Tanjung Pandan, Belitung.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, ratusan burung tersebut terdiri atas berbagai jenis, antara lain kolibri sepah raja, konin metalik, king konin, sogon, konin wulung, pentis, dan konin hijau diduga akan diselundupkan keluar Pulau Belitung menggunakan kapal laut.

"Ratusan burung ini telah dilepasliarkan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Tajam Desa Batu Mentas, Belitung, untuk mengembalikan satwa ke habitat alaminya sehingga tetap dapat menjalankan fungsi ekologisnya di alam," ujarnya.

Ia menyatakan keberhasilan penggagalan ratusan burung ini merupakan hasil sinergi berbagai instansi dalam memperkuat pengawasan lalu lintas satwa liar sekaligus mencegah perdagangan ilegal yang mengancam kelestarian ekosistem.

"Kami akan terus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas satwa serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," katanya.

Menurut dia, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan satwa liar.

Selain melakukan pengawasan di pintu-pintu keluar wilayah, Karantina Babel juga terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi konservasi untuk memastikan setiap lalu lintas satwa berlangsung sesuai ketentuan.

"Melalui pengawasan yang konsisten dan sinergi lintas sektor, Karantina berharap praktik perdagangan dan penyelundupan satwa liar dapat ditekan, sehingga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia tetap terjaga untuk generasi mendatang," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.