Kamu Nggak Bakal Nyangka Kalung Stylish Ini Terbuat dari Sisik Ikan
Jakarta -
Selain untuk konsumsi, ikan ternyata juga dapat mempersolek penampilan manusia. Bagian sisik yang kerap dibuang sebelum ikan diolah dapat dimanfaatkan sebagai material fashion.
Itulah yang dilakukan Novi Susanti dan Ferdinand Nathan dari label The Theme. Di panggung JF3 Fashion Festival 2026 belum lama ini, mereka mempresentasikan sejumlah aksesori yang terbuat dari sisik ikan.
Pasokan sisik ikan datang dari nelayan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Warga lokal sebenarnya sudah lebih dulu mengolah sisik ikan, tapi hanya sebatas untuk produk kerajinan seperti tirai atau hiasan rumah lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novi, yang mulanya mendirikan The Theme sebagai label aksesori bermaterial kulit, kemudian terinspirasi untuk menggunakan sisik ikan.
"Mungkin bagi banyak orang, sisik ikan itu sampah dan tidak menarik. Namun di situ tantangannya, bagaimana kita bisa mengangkatnya menjadi sesuatu yang modern dan kontemporer," ujar Novi kepada Wolipop.
Aksesori dari Sisik Ikan Karya The Theme di JF3 Fashion Festival 2026 Foto: Dok. JF3
Di tangannya dan Ferdinand, sisik ikan kering disulap menjadi ornamen menarik berbentuk bola-bola. Kehadirannya membuat tas, kalung, hingga sarung tangan yang dihiasi menawarkan daya tarik tersendiri sebagai sebuah statement.
Mereka menguntai sisik yang telah dikeringkan satu per satu dengan menggunakan benang. Setiap sisik diberi tambahan mote berwarna hitam sehingga menciptakan nuansa dual-tone yang klasik.
Novi dan Ferdinand tidak ingat persis jenis ikan yang digunakan sisiknya. Namun, karena baru pertama kali menggarap material ini, mereka harus melalui proses trial and error yang panjang.
Harapan mereka berdua, makin banyak pihak yang tergerak untuk mengolah sisik ikan lebih lanjut sebagai salah satu upaya pengurangan limbah sisik.
Sentuhan Personal
Selain koleksi aksesori, pertunjukan ini juga menampilkan elemen-elemen desain editorial yang sarat makna sebagai representasi perjalanan hidup, mimpi, tantangan, dan pencapaian yang dialami setiap individu.
Dalam proses pembuatannya, The Theme menggunakan material seperti kuningan, PVC, dan kulit yang diolah melalui berbagai teknik seperti hand sewing, laser cut, handcrafted, serta teknik khusus lainnya untuk menghasilkan detail dan karakter yang khas pada setiap karya.
Cameo milik ibu Novi menjadi inspirasi utama untuk pembuatan aksesori berbahan kulit. (Foto: Dok. JF3)
Kulit digunakan untuk membuat aksesori yang terinspirasi cameo milik ibu Novi. "Bagi saya, koleksi ini sangat personal sekali. Ini sebuah selebrasi untuk ibu saya," katanya.
The Theme juga berkomitmen mendukung peran perajin lokal dan generasi muda dalam proses produksi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi brand dalam mendorong keberlanjutan industri kreatif sekaligus membuka peluang pengembangan kewirausahaan bagi generasi berikutnya.
Novi Susanti dan Ferdinand Nathan. (Foto: Dok. JF3)
Secara visual, koleksi bertajuk 'The Life Journey' ini dikemas melalui palet warna-warna strong dan deep yang melambangkan perjalanan hidup yang penuh tantangan, keberanian, keteguhan, serta semangat untuk terus melangkah maju. Keseluruhan koleksi ditampilkan dalam total look yang dramatis, ikonis, dan penuh karakter, menciptakan pengalaman visual yang kuat sekaligus mempertegas identitas khas The Theme.
(dtg/dtg)