Kalsel perkuat sinergi kembangkan lahan produksi untuk investasi - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat sinergi lintas sektor bersama Bank Indonesia untuk mengembangkan lahan produksi komoditas sebagai upaya meningkatkan realisasi investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel Endri di Banjarbaru, Selasa, mengatakan, kolaborasi dengan Bank Indonesia selama ini masih fokus pada promosi investasi dan ke depan diharapkan berkembang hingga tahap implementasi melalui pengembangan potensi investasi pada berbagai sektor unggulan daerah.
“Kesiapan lahan produksi dan keberlanjutan pasokan bahan baku, menjadi faktor utama dalam menarik investasi karena berbagai peluang usaha yang memiliki prospek pasar menjanjikan belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan kapasitas produksi di daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah komoditas unggulan Kalimantan Selatan memiliki potensi ekonomi yang besar, namun belum mampu menarik investasi secara optimal karena produksi masyarakat belum dapat memenuhi kebutuhan industri secara berkelanjutan sehingga menghambat pengembangan usaha.
“Contohnya cabai Hiyung sebagai komoditas yang memiliki permintaan tinggi dari industri pengolahan, namun kemampuan produksi petani saat ini masih jauh di bawah kebutuhan pasar, sehingga peluang investasi pada sektor tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Ia mengungkapkan salah satu perusahaan pengolahan membutuhkan pasokan cabai Hiyung hingga dua ton setiap pekan, sedangkan produksi petani baru mencapai sekitar 60 kilogram per minggu sehingga pengembangan lahan produksi dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kapasitas pasokan.
Selain cabai Hiyung, DPMPTSP Kalsel juga menilai ikan gabus memiliki prospek investasi yang menjanjikan karena permintaan pasar terus berkembang, sehingga pengembangan berbagai komoditas unggulan diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
“Kami berharap sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, organisasi perangkat daerah teknis, serta masyarakat dapat mempercepat pengembangan kawasan produksi komoditas, sehingga realisasi investasi meningkat, kesempatan usaha bertambah, dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan semakin kuat,” ujar Endri.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.