Kalsel dapat tambahan dua helikopter dari BNPB tangani karhutla - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarbaru (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (BPBD Kalsel) akan mendapatkan tambahan dua unit helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu.
“Yang sudah dipastikan satu unit dari Provinsi Riau dijadwalkan tiba di Kalsel pada Minggu (23/8),” kata Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel Ariansyah setelah rapat evaluasi Satgas Udara Penanganan Karhutla Kalsel di Banjarbaru, Sabtu.
Dia menjelaskan satu helikopter tambahan lainnya (dari Nusa Tenggara Timur), juga masuk dalam permintaan dukungan lanjutan, namun kedatangannya masih menunggu kepastian sehingga waktu tiba di Kalimantan Selatan belum dapat dipastikan.
Tambahan dua helikopter tersebut memperkuat satgas udara dalam penanggulangan karhutla di Kalsel, setelah sebelumnya sudah ada lima armada yang tersedia untuk mendukung operasi udara terdiri atas tiga helikopter pengebom air, satu helikopter patroli, dan satu pesawat patroli.
Dukungan armada udara tersebut memiliki fungsi dan spesifikasi berbeda sesuai kebutuhan operasi, antara lain helikopter MI-8AMT/RA-22834 sebagai armada pengebom air dengan kapasitas angkut air 4.000 liter, kecepatan jelajah 140 knot, endurance lima jam, konsumsi bahan bakar 800 liter per jam, tiga kru, dan ketinggian maksimum 7.000 kaki.
Helikopter UH-60L/N711BF juga digunakan untuk pengebom air dengan kapasitas angkut air 4.000 liter, kecepatan jelajah 120 knot, endurance lima jam, konsumsi bahan bakar 550 liter per jam, tiga kru, dan ketinggian maksimum 18.000 kaki yang dioperasikan PT SMD.
Helikopter AS332C1 Superpuma/PK-DAN menjadi armada pengebom air berkapasitas angkut air 4.000 liter dengan kecepatan jelajah 90 knot, endurance 4,5 jam, konsumsi bahan bakar 650 liter per jam, dua kru, dan ketinggian maksimum 19.000 kaki,
Sementara helikopter Bell 206 Jet Ranger/PK-IWF mendukung patroli udara dengan kapasitas angkut 600 kilogram secara internal, kecepatan jelajah 100 knot, endurance enam jam, konsumsi bahan bakar 160 liter per jam, empat kru, dan ketinggian maksimum 5.000 kaki.
Sedangkan pesawat C208B-EX digunakan untuk patroli dengan kecepatan jelajah 150 knot, endurance enam jam, empat kru, dan ketinggian maksimum 25.000 kaki.
Ariansyah mengatakan bahwa penambahan helikopter tersebut memperkuat kemampuan Satgas Udara dalam menjalankan dua fungsi utama penanganan karhutla, yakni pemadaman dari udara menggunakan armada berkapasitas angkut air besar serta patroli untuk memantau kondisi dan perkembangan kebakaran di Kalimantan Selatan.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.