◐

Kalbar raih lima apresiasi dalam pengendalian inflasi dan digitalisasi - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Kalimantan Barat (Kalbar) meraih lima apresiasi nasional bidang pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah pada Rakornas Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2026 di Jakarta.

"Lima apresiasi tersebut terdiri atas dua penghargaan tingkat provinsi, dua untuk Kota Pontianak dan satu bagi Kabupaten Landak. Pada bidang pengendalian inflasi, Kalbar meraih predikat TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2026 Wilayah Kalimantan, sementara pada digitalisasi daerah, Kalbar meraih TP2DD Provinsi Terbaik III 2026 Wilayah Kalimantan," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Doni Septadijaya di Pontianak, Jumat.

Kota Pontianak turut meraih dua apresiasi, yakni TP2DD Tingkat Kota Terbaik 2026 Wilayah Kalimantan dan TPID Kota Berkinerja Terbaik III 2026 Wilayah Kalimantan. Kabupaten Landak meraih TPID Kabupaten/Kota Berprestasi III 2026 Wilayah Kalimantan, katanya menambahkan. 

Capaian tersebut mencerminkan penguatan koordinasi pemerintah daerah bersama TPID dan TP2DD dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperluas penggunaan transaksi digital.

Sepanjang 2025, TPID Kalbar memperkuat koordinasi melalui rapat High Level Meeting, peningkatan kapasitas dan penerbitan 27 surat keputusan. Langkah tersebut turut mendukung inflasi Kalbar sebesar 1,85 persen secara tahunan pada 2025, masih dalam sasaran 2,5±1 persen.

"Kota Pontianak juga mencatat inflasi 1,50 persen pada 2025. Pengendalian tersebut antara lain didukung inovasi JEPIN KIPAS yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk memantau pergerakan harga pangan secara 'real time' dan memberikan notifikasi kepada anggota TPID," ujar dia.

Sementara itu, Kabupaten Landak mengembangkan SIJANTAN untuk memonitor jaringan irigasi pertanian berbasis data dan spasial. Inovasi tersebut mendukung peningkatan produksi padi dari sekitar 100.241 ton pada 2024 menjadi 125.122 ton pada 2025.

Di bidang digitalisasi, Kalbar mengembangkan SAMSAT GOKATAN dengan QRIS dinamis sebagai metode pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kota Pontianak melalui EPonti juga memperluas transaksi digital sekaligus memungkinkan kepala daerah memantau data penerimaan secara real time.

Ekosistem pembayaran digital turut diperluas di daerah melalui SIGAP di Kota Singkawang dan SAPALA di Kabupaten Landak yang menyediakan QRIS dinamis melalui kerja sama dengan Bank Kalbar.

Doni mengatakan BI terus memperkuat koordinasi, memberikan asesmen dan rekomendasi kebijakan, serta mendampingi pemerintah daerah dalam pengembangan inovasi pengendalian inflasi dan digitalisasi.

Ia mengatakan capaian tersebut diharapkan tidak berhenti pada apresiasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Daerah, industri, dan seluruh stakeholders berkomitmen untuk memastikan bahwa berbagai inovasi yang telah dikembangkan tidak berhenti pada pencapaian penghargaan," kata Doni.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.