◐

Kafein untuk Skincare: Manfaat Instan, Risiko, dan Tips Pakainya

Jakarta -

Tren penggunaan kafein kini tak lagi sebatas pendorong energi di pagi hari, melainkan telah menjelma menjadi bahan aktif populer di dunia kecantikan. Kehadirannya kian viral di media sosial setelah dibanjiri ulasan positif dari para pakar dan public figure. Mereka mengklaim bahwa pemakaian kafein dalam skincare merupakan solusi praktis dan terjangkau untuk mengembalikan kesegaran wajah secara instan.

Sensasi bahan aktif ini tentu memicu rasa penasaran: mengapa senyawa yang biasa kita minum ini mendadak jadi primadona dalam formulasi produk perawatan kulit? Apakah kafein benar-benar ampuh mengatasi masalah kulit, atau hanya sekadar tren sesaat?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum kamu mencobanya, penting untuk memahami alasan ilmiah di balik penggunaan kafein dalam produk kecantikan, serta hal-hal krusial yang wajib diperhatikan agar terhindar dari risiko iritasi. Yuk, bedah tuntas manfaat dan batasannya menurut ahli dermatologi!

Mengapa Kafein Menjadi Produk Perawatan Kulit?


Menurut Dr. Jeffrey Hsu, dokter kulit di Amerika Serikat, karakteristik utama kafein dalam produk topikal terletak pada sifat vasokonstriktor atau kemampuan mempersempit serta mengencangkan pembuluh darah. Efek penyempitan ini secara otomatis menekan laju aliran darah ke permukaan kulit, sehingga memberikan tampilan wajah yang jauh lebih kencang dan bercahaya.

"Saat digunakan dalam perawatan kulit, kafein mengurangi aliran darah ke kulit dan membuatnya tampak lebih cerah dan kencang," ucap Dr. Jeffrey seperti dikutip dari everydayhealth.

Eksistensi kafein dalam perawatan kulit sangat bergantung pada ketepatan formulasi dan takaran dosisnya. Jika bahan ini digunakan dalam jumlah yang tepat maka akan efektif untuk menyegarkan kulit, menghilangkan dark circle atau mata panda dan mengurangi pembengkakan di wajah.

"Molekul kafein cukup kecil untuk menembus lapisan atas kulit, sehingga dapat benar-benar meresap dan menjalankan fungsinya," ucap Dr. Jeffrey.

Dr. Jeffert menjelaskan kafein sering dianggap sebagai bahan anti-penuaan atau penghalus kerutan dalam perawatan wajah, mata dan bahkan tubuh. Oleh karena itu, para ahli sering menggolongkan kafein sebagai agen peremajaan kulit yang ampuh menyamarkan kerutan halus, menyegarkan area mata, hingga menghaluskan tekstur kulit tubuh.

Risiko Efek Samping yang Perlu Diwaspadai

Glutathione dalam Skincare

Foto: Getty Images/Jacob Wackerhausen

Dr. Ife Rodney, dokter kulit di Amerika Serikat, melihat kelemahan kafein pada produk perawatan kulit yaitu keterbatasan durasi kerja yang terbilang singkat.

“Kafein adalah solusi sementara dan tidak akan menyembuhkan kerutan dan kantung mata. Kamu tetap harus berinvestasi pada produk perawatan kulit lain yang bekerja dengan baik bersama produk ini dan menargetkan masalah kulit spesifik dalam jangka panjang.” jelas Dr. Ife.

Di sisi lain, potensi iritasi tetap ada. Reaksi kemerahan bisa timbul akibat perubahan respons aliran darah setelah pemakaian.

Bagi kamu yang memiliki kulit sensitif terhadap kafein, Dr. Ife menyarankan untuk melakukan uji tempel kecil seukuran koin di belakang telinga atau di garis rahang. Lakukan beberapa kali dan lihat dan lihat bagaimana reaksi kulit sebelum menggunakan skincare dengan kafein.

Menurutnya, contoh produk skincare bebas kafein meliputi pembersih dengan salicylic acid, serum dengan vitamin C & niacinamide, moisturizer dengan ceramide dan sunscreen berspektrum luas.

Formulasi Produk Kafein yang Sebaiknya Dihindari

Sifat dan manfaat kafein dalam perawatan kulit ternyata tidak bekerja sama efektifnya pada semua jenis format produk perawatan kulit. Saat ini kafein kerap ditemukan dalam bentuk serum, lulur badan, hingga krim penghilang selulit. Meski demikian, pemilihan tekstur dan jenis produk memegang peranan kunci terhadap hasil akhir yang akan didapatkan pada kulit.

Salah satu jenis produk yang dinilai kurang efektif adalah toner yang mengandung kafein. Menurut Dr. Ife, kadar konsentrasi kafein di dalam toner umumnya sangat rendah dan efeknya sangat singkat, sehingga manfaat yang dirasakan hampir tidak ada bedanya dengan toner biasa di pasaran. Jika ingin mendapatkan penetrasi bahan aktif yang lebih kuat dan nyata, penggunaan produk kafein berupa krim atau serum jauh lebih direkomendasikan.

(eny/eny)