Kabut asap mengancam, Dinkes dan PMI Padang Panjang bagikan masker gratis ke pengendara

Padang Panjang (ANTARA) - Kabut asap menjadi perhatian serius di Kota Padang Panjang Sumatera Barat. Di tengah menurunnya kualitas udara, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) turun langsung ke jalan membagikan masker gratis kepada pengendara dan pengguna jalan, Rabu.

Aksi tersebut dipusatkan di Jalan KH. Ahmad Dahlan. Petugas membagikan masker sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan di tengah paparan udara yang kurang baik.

Dinkes meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang harus beraktivitas di luar ruangan. Aktivitas di luar rumah dinilai perlu dikurangi apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan P2P Dinkes Kota Padang Panjang, Mery Febryeni, mengatakan masyarakat perlu lebih disiplin melindungi diri selama kualitas udara menurun.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak. Namun, jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker secara benar sangat kami anjurkan,” kata Mery.

Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang penting bagi masyarakat yang tetap harus berada di luar ruangan.

Di sisi lain, PMI Kota Padang Panjang menilai pembagian masker merupakan bentuk respons bersama untuk meminimalkan risiko kesehatan yang dapat muncul akibat paparan udara yang tidak sehat.

Sekretaris PMI Kota Padang Panjang, Trinanda Wahyuni, mengatakan kolaborasi dengan Dinkes dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih harus menjalankan aktivitas di luar rumah.

“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian PMI bersama Dinkes untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak penurunan kualitas udara,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan penggunaan masker, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh selama situasi udara memburuk. PMI dan Dinkes mengingatkan warga untuk memperkuat daya tahan tubuh, memperbanyak minum air putih, serta memperhatikan gejala gangguan pernapasan.

Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk atau sesak napas diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

Langkah tersebut menjadi penting mengingat kelompok rentan dan warga dengan aktivitas tinggi di luar ruangan berpotensi lebih banyak terpapar udara yang tercemar akibat kabut asap.