Jet Tempur Phantom F-4 Yunani Jatuh Saat Air Show Athena, Dua Pilot Tewas

AKURAT.CO Dua pilot Angkatan Udara Yunani tewas setelah jet tempur Phantom F-4 yang mereka terbangkan jatuh saat pertunjukan udara tahunan Athens Flying Week di Pangkalan Udara Tanagra, Sabtu. Insiden terjadi ketika pesawat melakukan manuver rendah di hadapan ribuan penonton.

Kecelakaan tersebut memicu kebakaran hebat yang menghasilkan kepulan asap hitam tebal. Meski demikian, otoritas memastikan tidak ada korban luka di antara penonton maupun warga yang berada di sekitar lokasi.

Athens Flying Week merupakan salah satu ajang pertunjukan udara terbesar di Yunani yang diikuti tim penerbangan militer dan sipil dari puluhan negara. Jet Phantom F-4 berkursi ganda itu dilaporkan jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas saat menjalankan atraksi udara.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua pilot yang gugur. Ia mengatakan tragedi tersebut menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para penerbang militer dalam menjaga wilayah udara Yunani setiap hari.

Tim penyelamat menemukan jenazah kedua pilot setelah operasi pencarian yang sempat terkendala kobaran api di area pangkalan udara, sekitar 60 kilometer di utara Athena.

Sebanyak 85 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan api dengan dukungan 11 pesawat dan helikopter pengebom air. Kebakaran berhasil dijaga agar tidak menjalar ke area utama tempat para penonton menyaksikan pertunjukan.

Panitia kemudian membatalkan seluruh rangkaian acara Athens Flying Week yang tersisa hingga akhir pekan. Otoritas juga mengeluarkan perintah evakuasi untuk wilayah di sekitar pangkalan sebagai langkah antisipasi.

Seorang saksi mata kepada penyiar publik ERT mengaku seluruh penonton terkejut karena pesawat belum mengudara lebih dari tiga menit sebelum jatuh.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan asap mengepul dari titik benturan, disusul ledakan kedua yang lebih besar ketika badan pesawat hancur.

Menteri Pertahanan Siprus Vasilis Palmas turut menyampaikan belasungkawa kepada Menteri Pertahanan Yunani Nikos Dendias. Dalam pernyataannya, ia menyebut kematian dua perwira Angkatan Udara Yunani sebagai kehilangan yang sangat menyedihkan bagi kedua negara.

Sebagai bentuk penghormatan, Angkatan Udara Yunani menetapkan masa berkabung selama tiga hari setelah tragedi tersebut.

Sumber: Independent