Jejak Danau Purba Bonneville Tinggalkan Lanskap Unik di Utah
AKURAT.CO Danau Bonneville pernah menjadi salah satu danau terbesar yang menutupi sebagian wilayah Amerika Utara. Kini danau purba tersebut telah menghilang, tetapi jejaknya masih terlihat jelas di kawasan Utah, Amerika Serikat.
Dalam artikel “What Lake Bonneville Left Behind”, yang diterbitkan NASA Earth Observatory pada 24 Agustus 2026, NASA menjelaskan bagaimana perubahan iklim dan peristiwa geologi mengubah danau raksasa itu menjadi lanskap yang terlihat sekarang. Sisa-sisanya antara lain Great Salt Lake, Utah Lake, dan Sevier Lake.
Pada masa terbesarnya, Danau Bonneville membentang sangat luas dan mengisi wilayah yang kini menjadi bagian dari Utah serta kawasan sekitarnya. Perubahan iklim kemudian membuat air danau menyusut.
Salah satu peristiwa paling dramatis terjadi sekitar 18.000 tahun lalu ketika air menerobos penghalang alami dan mengalir deras menuju sistem Sungai Columbia. Dalam waktu sekitar enam minggu, permukaan danau turun lebih dari 350 kaki atau sekitar 107 meter.
Jejak Danau Bonneville Masih Terlihat
Setelah banjir besar tersebut, kondisi iklim terus menghangat dan menjadi lebih kering. Danau Bonneville akhirnya menyusut secara drastis dan meninggalkan sejumlah badan air yang masih dikenal hingga sekarang. Endapan garam serta dataran kering juga menjadi bagian penting dari lanskap peninggalan danau purba tersebut.
NASA menunjukkan kawasan tersebut melalui pengamatan satelit dan citra Bumi. Dataran yang dahulu berada di bawah air kemudian menjadi lokasi berbagai aktivitas manusia, termasuk proyek rekayasa dan perjalanan eksplorasi. Perubahan lanskap ini memperlihatkan bagaimana proses geologi dan perubahan iklim dalam jangka panjang dapat membentuk lingkungan yang masih terlihat ribuan tahun kemudian.
Sisa Danau Menjadi Lanskap Modern
Great Salt Lake, Utah Lake, dan Sevier Lake merupakan beberapa sisa utama dari Danau Bonneville. Perubahan dari sebuah danau purba berukuran sangat besar menjadi beberapa badan air yang lebih kecil menunjukkan besarnya pengaruh perubahan iklim terhadap lingkungan.
NASA menggunakan pengamatan dari luar angkasa untuk membantu mempelajari perubahan permukaan Bumi. Citra satelit memungkinkan peneliti melihat pola lanskap yang sulit dipahami hanya dari permukaan tanah.