Jasad Firaun tidak Dikubur, Lalu Bagaimana Dia akan Menjalani Siksa Kubur? |Republika Online
Ilustrasi makam.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Siksa kubur adalah salah satu hal pasti yang disebutkan Rasulullah SAW dalam berbagai riwayatnya. Lalu Muncul pertanyaan, bagaimana dengan Firaun yang jasadnya tidak dikuburkan?
Sekjen Persatuan Umat Islam se-Dunia, Syekh Muhammad Ash-Shalabi, menjelaskan persoalan ini, dalam laman resminya yang dikutip Jumat (25/6/2026).
Dia mengutip beberapa pendapat ulama. Dia merincikan antara lain Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya'rawi dalam kitab tafsirnya, menjelaskan firman Allah SWT surat Ghafir ayat 45:
وَحَاقَ بِآلِ فِرْعَوْنَ سُوءُ الْعَذَابِ
“Dan azab yang buruk telah mengepung keluarga Fir‘aun.”
Yang dimaksud adalah azab di dunia sebelum datangnya azab akhirat. Sebab, kehidupan manusia memiliki tiga tahapan yaitu kehidupan dunia atau kehidupan yang sedang kita jalani sekarang, kemudian kehidupan barzakh yaitu kehidupan setelah seseorang meninggal dunia hingga dibangkitkan pada hari Kiamat, dan kehidupan akhirat, yaitu kehidupan manusia setelah dibangkitkan dan dikumpulkan pada hari Kiamat.
Allah SWT berfirman:
ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ ٤٦
"Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Lalu kepada malaikat diperintahkan), "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!" (QS. Ghafir: 46)
Artinya, mereka diperlihatkan kepada neraka pada waktu pagi dan petang—yakni pada awal dan akhir siang—selama dunia masih berlangsung.
Kemudian, apabila Kiamat telah terjadi, dikatakan kepada para penjaga Jahannam, “Masukkanlah keluarga Fir‘aun ke dalam azab yang paling keras.”
Ayat ini menjadi salah satu dalil tentang adanya azab kubur, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.
Imam ar-Razi, dalam Mafatih al-Ghaib menyatakan ayat tersebut dijadikan dalil untuk menetapkan adanya azab kubur.