Jangan Sepelekan Bintik Karat di Bodi Mobil
Jumat, 25 September 2026 - 13:20 WIB
Jakarta, VIVA – Bintik kecil berwarna cokelat pada bodi mobil sering dianggap hanya sebagai kotoran atau noda biasa. Padahal, kemunculan titik tersebut bisa menjadi tanda bahwa proses korosi mulai terjadi dan jika dibiarkan dapat berkembang ke area yang lebih luas.
Baca Juga
Karat muncul ketika material logam mengalami reaksi dengan lingkungan, terutama ketika terdapat air dan oksigen. Lapisan cat dan pelindung pada bodi mobil sebenarnya berfungsi sebagai penghalang agar logam tidak langsung bersentuhan dengan lingkungan yang dapat memicu korosi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Masalahnya, perlindungan tersebut bisa mengalami kerusakan tanpa selalu terlihat jelas. Baret tipis akibat kerikil, gesekan benda, atau benturan kecil dapat membuka bagian tertentu pada lapisan pelindung dan membuat permukaan logam lebih mudah mengalami oksidasi.
Baca Juga
Dikutip VIVA Otomotif dari laman resmi Suzuki Indonesia, Jumat 25 September 2026, bintik karat pada bodi mobil dapat dipicu oleh sejumlah kondisi, termasuk kerusakan pada lapisan cat. Lingkungan dengan kelembapan tinggi, paparan udara laut, serta kotoran yang menempel terlalu lama juga dapat memperbesar risiko korosi.
Karena itu, pemilik mobil sebaiknya tidak hanya memperhatikan bagian bodi yang mengalami kerusakan besar. Titik kecil pada cat justru perlu diperiksa untuk memastikan apakah hanya merupakan noda yang menempel atau sudah menunjukkan tanda korosi.
Baca Juga
Karat juga tidak selalu berkembang dengan pola yang mudah terlihat. Pada bagian tertentu, proses korosi dapat berlangsung di bawah lapisan cat sehingga permukaan bodi terlihat seperti menggelembung atau muncul perubahan tekstur sebelum kerusakan logam terlihat lebih jelas.
Kondisi lingkungan turut berpengaruh terhadap proses tersebut. Mobil yang sering terkena air hujan, lumpur, air dengan kandungan garam, atau kotoran yang tidak segera dibersihkan memiliki lebih banyak kesempatan mengalami kontak dengan zat yang dapat mempercepat korosi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagian bawah mobil juga patut diperhatikan karena lebih sering terkena cipratan air, lumpur, dan material jalan. Area seperti sambungan panel, lipatan bodi, serta bagian yang memiliki celah dapat menjadi tempat kotoran dan kelembapan bertahan lebih lama.
Jika menemukan bintik karat, membersihkan permukaannya saja belum tentu menyelesaikan masalah. Penanganan harus disesuaikan dengan tingkat kerusakannya, karena korosi yang sudah mencapai logam dapat membutuhkan proses pengamplasan, perlindungan antikarat, hingga pengecatan kembali.
Halaman Selanjutnya
Pemilik mobil juga sebaiknya tidak menunggu sampai karat membuat cat mengelupas atau bagian bodi menjadi keropos. Semakin awal sumber masalah ditemukan, semakin kecil kemungkinan perbaikan berkembang menjadi pekerjaan bodi yang lebih besar.