Jagabaya di Kulon Progo kedepankan pendekatan humanis jaga ketentraman
Jagabaya di Kulon Progo kedepankan pendekatan humanis jaga ketentraman
Selasa, 1 September 2026 21:17 WIB
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan 2026 di Temon, Kulon Progo, Selasa (1/9). ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo
Kulon Progo (ANTARA) - Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan pentingnya pendekatan humanis bagi Jagabaya dalam menjaga ketenteraman, ketertiban, serta menyelesaikan berbagai persoalan warga di tingkat kalurahan.
"Jagabaya tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi memiliki peran vital menjaga ketentraman dan ketertiban. Wajib punya integritas, keterampilan, dan komunikasi yang baik," kata Bupati Agung saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan 2026 di Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa.
Agung meminta pengemban fungsi keamanan dan pertanahan desa tersebut memprioritaskan jalur dialog dan langkah pencegahan secara bijaksana ketika menangani potensi konflik di masyarakat.
"Jalur dialog dan pendekatan persuasif harus diutamakan," katanya.
Bimtek yang dibiayai Alokasi Dana Keistimewaan DIY 2026 ini diikuti 87 Jagabaya dari seluruh kalurahan di Kabupaten Kulon Progo selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026.
Pelatihan ini menghadirkan pengajar dari Balai Pemdes Kemendagri Yogyakarta, Sekolah Vokasi UGM, serta jajaran Pemda DIY dan Pemkab Kulon Progo.
Kepala Dinas PMKalDalduk Kulon Progo Jazil Ambar Was'an mengapresiasi keterwakilan perempuan sebagai jagabaya.
Selain peningkatan kapasitas aparatur, pelaksanaan bimtek kali ini mencatatkan peningkatan keterwakilan peserta perempuan pada posisi Jagabaya-jabatan yang sebelumnya didominasi laki-laki. Tingginya partisipasi perempuan dalam seleksi pamong kalurahan belakangan ini.
"Hebatnya, putri-putri sekarang tidak ragu tampil dan bersaing di jabatan apa pun, termasuk posisi Jagabaya. Dalam beberapa seleksi terakhir, justru kandidat perempuan yang unggul dan akhirnya dilantik," kata Jazil.
Untuk memastikan efektivitas kegiatan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pretest, posttest, penilaian kedisiplinan, serta menyusun rencana aksi konkret di wilayah masing-masing.
Salah satu peserta dari Kalurahan Plumbon Amin Sudadi menyambut positif materi pelatihan tersebut.
"Kami optimistis pembekalan ini dapat meningkatkan kualitas layanan publik di kalurahan agar lebih cepat, transparan, dan bebas diskriminasi," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026