Jaga Daya Beli, Kemendag Bidik Transaksi ISF 2026 Tembus Rp38 Triliun
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama perekonomian Indonesia.
Baca Juga: Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
Karena itu, pemerintah memandang sektor ritel memiliki peran strategis dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama setelah laju ekonomi pada kuartal II 2026 mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Lebih dari 50 persen struktur PDB kita terbentuk dari konsumsi domestik. Berbicara konsumsi domestik, ini sangat erat kaitannya dengan sektor ritel," kata Iqbal saat pembukaan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menurut Iqbal, sektor ritel merupakan salah satu tulang punggung perekonomian karena bersentuhan langsung dengan aktivitas belanja masyarakat. Oleh sebab itu, berbagai program promosi dan festival diskon dinilai menjadi salah satu upaya untuk menjaga konsumsi tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi.
Iqbal menjelaskan, optimisme tersebut juga ditopang oleh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih berada di level optimistis. Kondisi itu menunjukkan masyarakat masih memiliki keyakinan terhadap prospek ekonomi sehingga berpotensi mendorong peningkatan aktivitas belanja.
Kemendag pun menargetkan nilai transaksi ISF 2026 mencapai Rp38 triliun, meningkat signifikan dibandingkan capaian ISF 2025 yang sekitar Rp25 triliun. Bahkan, pemerintah berharap realisasi transaksi dapat melampaui target tersebut seiring banyaknya program diskon yang ditawarkan pelaku ritel.
"Ini bukan hanya optimisme, tetapi juga ajakan agar transaksi bisa lebih dari Rp38 triliun," ujar Iqbal.
Selain meningkatkan konsumsi rumah tangga, pemerintah ingin momentum festival belanja nasional tersebut memberikan dampak yang lebih luas terhadap dunia usaha, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Iqbal mengatakan Kemendag terus memperluas akses pasar bagi UMKM melalui kemitraan dengan jaringan ritel modern, mulai dari minimarket, supermarket, department store hingga pusat perbelanjaan. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan penjualan produk lokal sekaligus memperkuat rantai pasok domestik.
Baca Juga: Harga Emas Global Turun, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor Agustus 2026
Menurutnya, ISF juga menjadi bagian dari rangkaian program pemerintah untuk mendorong aktivitas belanja masyarakat sepanjang tahun. Selain festival belanja nasional pada Agustus, pemerintah juga menyelenggarakan berbagai program promosi saat momentum Lebaran, akhir tahun, maupun melalui platform perdagangan daring.
Indonesia Shopping Festival 2026 akan berlangsung pada 7-23 Agustus 2026 dan diikuti oleh 407 pusat perbelanjaan di berbagai daerah di Indonesia. Melalui penyelenggaraan festival tersebut, pemerintah berharap aktivitas perdagangan ritel semakin bergairah, konsumsi rumah tangga tetap terjaga, dan kontribusi sektor perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional semakin kuat.
Di sisi lain, penyelenggaraan ISF juga diharapkan mampu memperkuat peran pusat perbelanjaan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Selain meningkatkan transaksi ritel, festival ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi produk-produk UMKM untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha.