Iwan Tirta hadirkan SMERTI, koleksi untuk menelusuri memori dan budaya
Iwan Tirta hadirkan SMERTI, koleksi untuk menelusuri memori dan budaya
Kamis, 8 Oktober 2026 15:22 WIB
Pagelaran busana Iwan Tirta yang memamerkan koleksi ”SMERTI” di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (7/10/2026). ANTARA/Sinta
Jakarta (ANTARA) - Jenama busana Iwan Tirta menghadirkan koleksi terbaru bertajuk SMERTI, koleksi yang menelusuri memori tentang manusia, tempat alam, dan kebudayaan.
Dipresentasikan lewat 50 tampilan busana pria dan wanita koleksi ini menghadirkan motif batik yang menjadi ciri khas jenama tersebut.
“SMERTI lahir dari cara kami memandang memori sebagai sesuatu yang hidup. Karya dan pemikiran Iwan Tirta memberikan pijakan bagi kami untuk terus mengeksplorasi kemungkinan batik dalam konteks hari ini. Bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan untuk meneruskan semangat penciptaannya dalam bentuk yang baru,” ujar CEO Iwan Tirta Widiyana Sudirman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Adapun peragaan busana yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) tersebut menghadirkan batik berbahan katun sepenuhnya dan material tencel, yang dilengkapi dengan busana pendamping berbahan sutra dan denim.

Perpaduan siluet tersebut menghadirkan material dan tekstur dengan interpretasi kontemporer batik dalam beragam bentuk busana. Secara umum desain koleksi ini menampilkan motif yang berani bernuansa flora dan fauna serta pengembangan dari motif klasik dari sang maestro yakni Iwan Tirta.
Sementara warna yang dihadirkan koleksi ini menghadirkan warna yang kontras yakni mulai dari hijau pekat, merah, biru, hingga warna cokelat.
Melalui SMERTI, jenama batik ini tidak hanya menghadirkan koleksi namun juga membuka ruang agar batik terus dikenakan dan dinikmati melalui cara-cara baru.
Koleksi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan tak pernah berhenti pada masa lalu, namun tetap hidup ketika terus bergerak, ditafsirkan dan diberi ruang untuk menemukan bentuk baru sehingga dapat terus hidup.
Pewarta : Sinta Ambarwati
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026