ISI Yogyakarta menggelar konser akbar satukan unsur musikal Nusantara

ISI Yogyakarta menggelar konser akbar satukan unsur musikal Nusantara

Minggu, 30 Agustus 2026 23:50 WIB

Image Print

Pertunjukan repertoar "Kancil" yang dibawakan oleh komponis Joko Suprayitno dalam konser akbar "Harmoni Warna Indonesia" di Laboratorium Seni ISI Yogyakarta, Kapanewon Sewon, Bantul, Minggu (30/8/2026). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar konser akbar Dies Natalis ke-42 bertajuk "Harmoni Warna Indonesia" yang menyatukan hampir seluruh unsur musikal di Indonesia dalam satu panggung pertunjukan.

Direktur Program Konser Akbar Harmoni Warna Indonesia Reza Ginandha Sakti, di Bantul, Minggu, mengatakan konser tersebut diprakarsai Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dalam rangka Dies Natalis ke-42 ISI Yogyakarta dan berkolaborasi dengan fakultas lainnya sebagai malam puncak.

"Ada dari Fakultas Seni Rupa dan Desain serta Fakultas Seni Media Rekam yang mendukung dalam konser orkestra," katanya.

Menurut dia, seluruh komponen pertunjukan digarap bersama sesuai bidang masing-masing, misalnya tampilan visual di atas panggung yang diprakarsai Program Studi Animasi untuk mendukung penampilan sejumlah komponis yang cukup dikenal di Indonesia.

"Ada (komponis) Singgih Sanjaya, Puput Pramuditya, Joko Suprayitno, Eki Satria, dan beberapa lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan konsep "Harmoni Warna Indonesia" menghadirkan keberagaman ekspresi seni melalui perpaduan musik, tari, dan visual dalam format pertunjukan orkestra simfoni.

"Karya ini berangkat dari gagasan Indonesia merupakan ruang budaya yang kaya dan berkembang dari masa ke masa," katanya.

Pementasan tersebut menghadirkan instrumen etnis Nusantara, combo band, seni tari, paduan suara, dan bidang seni lainnya yang menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah batas, melainkan sumber kekuatan artistik.

"Hampir semua (musik) daerah di Indonesia ada, menunjukkan legacy Fakultas Seni Pertunjukan ini dalam bidang pendidikan untuk Indonesia dan budayanya," ujarnya.

Ia menjelaskan konser tersebut dapat disaksikan masyarakat umum secara gratis dengan mekanisme reservasi yang disiapkan panitia.

"Kemarin tiket reservasi kami lempar 800 buah ludes dalam dua jam, tapi untuk keseluruhan penonton dan sivitas akademika itu totalnya 1.420 orang," katanya.

Konser "Harmoni Warna Indonesia" diisi sejumlah repertoar, di antaranya "Jalan Sunyi Bhisma", "Manguwuh Peksi Manyura", "Wanita", "Rangkaian Melati", "Kancil", "Kidung Saraswati", dan sebagainya.

Sementara itu, Dekan FSP ISI Yogyakarta Dr. I Nyoman Cau Arsana mengatakan "Harmoni Warna Indonesia" menggambarkan keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

"Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tapi jadi kekuatan ketika dipertemukan dalam kreativitas dan kolaborasi," ujarnya.

Ia berharap konser tersebut menjadi ruang perjumpaan dan apresiasi yang menegaskan seni memiliki kekuatan untuk merawat keberagaman, persatuan, serta memperkaya identitas budaya bangsa.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026