Iran Yakinkan Yordania Hanya Gempur Pangkalan AS: Kami Cinta Kalian

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran melancarkan serangan rudal balistik ke sebuah pangkalan udara militer Amerika Serikat di Yordania pada Selasa (14/7), dalam rangkaian serangan balasan terbaru terhadap gempuran AS sepekan terakhir.

Melalui pernyataannya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengultimatum serangan balasan untuk AS akan terus berdatangan. Namun, IRGC menegaskan kepada warga Yordania bahwa rentetan gempuran ini bukan dimaksudkan untuk menyerang negara tetangganya itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IRGC juga menyerukan Yordania untuk segera membubarkan pangkalan-pangkalan militer AS di negaranya itu jika tak ingin terseret perang Iran vs AS ini.

"Kalian (Yordania) tahu betul bahwa kami bukan hanya tidak memiliki permusuhan terhadap negara kalian, tetapi kami juga mencintai kalian, rakyat yang mulia, yang lebih memahami penderitaan dan penindasan yang dialami rakyat Palestina dibanding bangsa mana pun," demikian bunyi pernyataan IRGC yang dikutip Fars News seperti dilansir Reuters.

Sementara itu, angkatan bersenjata Yordania menyatakan telah mencegat dan menembak jatuh empat rudal yang memasuki wilayah udaranya dari arah Iran.

Yordania dan sejumlah negara Arab lainnya di Timur Tengah seperti Kuwait, Bahrain, dan Qatar kembali terseret perang AS dan Iran yang kembali pecah sepekan terakhir, terlepas dari gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang yang telah diteken kedua negara.

AS kembali melancarkan sejumlah gelombang serangan udara selama hampir sepekan terakhir. Iran pun membalas dengan melancarkan rentetan serangan udara ke beberapa negara tetangga yang menampung pangkalan militer AS.

Pilihan Redaksi

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan pada Senin bahwa rudal jelajah Iran menghantam dua kapal tanker minyak milik UEA ketika sedang melintasi jalur selatan Selat Hormuz di wilayah perairan Oman.

IRGC kemudian menyatakan bahwa dua kapal supertanker yang disebutnya sebagai "pelanggar" telah diserang dan dilumpuhkan di Selat Hormuz setelah mengabaikan peringatan berulang kali serta mematikan sistem navigasi mereka, menurut media Iran.

Dalam pernyataannya, IRGC tidak menyebutkan nama kapal-kapal tersebut maupun memastikan apakah kapal itu sama dengan yang dilaporkan oleh pihak UEA. Namun, IRGC menuduh Amerika Serikat "mendorong kapal-kapal menggunakan jalur yang ilegal" dan memperingatkan bahwa kerja sama dengan "musuh agresor" akan mengakibatkan kerusakan, memperlambat pembukaan kembali jalur pelayaran, serta memicu krisis energi global.

(rds/rds)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]