Iran klaim berhasil tembak jatuh dua drone AS di dekat Selat Hormuz
Istanbul (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Selasa menyatakan bahwa dua drone MQ-1 berhasil dicegat dan dihancurkan di dekat Selat Hormuz.
Klaim tersebut menjadi pesawat drone keempat yang disebut IRGC berhasil ditembak jatuh dalam beberapa hari terakhir.
IRGC menyampaikan pesawat nirawak tersebut ditembak jatuh di sebelah timur jalur perairan itu menggunakan sistem pertahanan udara canggih yang baru dikerahkan.
Sistem tersebut dioperasikan oleh Angkatan Dirgantara IRGC sebagai bagian dari jaringan pertahanan udara terintegrasi Iran.
Sebelumnya pada hari yang sama, IRGC menyatakan telah mencegat drone MQ-1 di sebelah barat Selat Hormuz, tetapi tidak memberikan perincian baik mengenai operator maupun lokasi pasti insiden tersebut.
Insiden itu terjadi sehari setelah IRGC menyatakan telah menghancurkan drone lain dari jenis yang sama, menurut lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB.
Insiden terbaru tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait Selat Hormuz. Kedua negara masih berselisih mengenai pelayaran melalui jalur perairan strategis tersebut.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, dengan menargetkan gedung-gedung pemerintah, fasilitas militer, infrastruktur rudal, dan sistem pertahanan udara.
Iran merespons dengan serangan rudal dan pesawat drone terhadap Israel serta pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di berbagai wilayah.
Konflik tersebut kemudian meluas ke kawasan, sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk mengakhiri pertikaian itu.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Presiden Iran tak dukung perang dengan AS berlanjut
Baca juga: BRICS berkumpul di India saat isu global dipengaruhi perang AS-Iran
Baca juga: Trump perkirakan perang dengan Iran berakhir usai pemilu paruh waktu
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.