iPhone 18 Diprediksi Rp 24 Juta, Jangan Lupa Pertimbangkan Benefit-Proteksi
Jakarta -
Apple diprediksi akan mengumumkan iPhone 18 hari ini. Menjelang peluncurannya, harga smartphone terbaru Apple ini disebut-sebut bakal dibanderol hingga Rp24 jutaan.
Kehadiran iPhone generasi terbaru selalu mendapat antusiasme dari konsumen. Perhatian konsumen biasanya langsung tertuju pada spesifikasi, harga, dan kapan perangkat mulai tersedia. Bahkan, tak jarang mereka memperhitungkan risiko yang mungkin muncul setelah membeli perangkat tersebut.
Untuk smartphone dengan harga puluhan juta rupiah, konsumen tidak hanya perlu memastikan produk dibeli melalui kanal resmi dan terpercaya. Nilai dan manfaat yang menyertai pembelian juga perlu menjadi pertimbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertimbangkan Benefit hingga Perlindungan
Satu hal yang perlu dipertimbangkan saat membeli smartphone baru adalah pengalaman setelah pembelian. Konsumen bisa memilih layanan seperti Midnight Delivery atau Early Pickup karena memberikan kepastian kapan barang diterima.
Namun, pengalaman membeli smartphone tidak berhenti saat perangkat sudah sampai di tangan. Ketika mulai digunakan sehari-hari, perlindungan perangkat juga menjadi hal yang perlu diperhatikan, terlebih untuk smartphone dengan harga puluhan juta rupiah.
Hal ini pun mulai menjadi pertimbangan dalam persaingan retailer smartphone premium. Salah satunya Blibli yang menawarkan Gratis Perlindungan Lengkap hingga 36 bulan untuk pembelian produk Apple.
Benefit tersebut bisa menjadi pertimbangan bagi konsumen yang membeli smartphone premium dengan skema cicilan. Sebab, jika perangkat mengalami kerusakan saat cicilan masih berjalan, kewajiban pembayaran tetap harus dipenuhi.
Di sisi lain, konsumen juga berpotensi mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan. Artinya, konsumen berpotensi menghadapi "double cost", yakni cicilan perangkat tetap berjalan, sementara biaya perbaikan harus ditanggung sendiri.
Risiko seperti ini sering kali baru terasa ketika terjadi, sehingga perlindungan gratis kerap dianggap sekadar bonus saat pembelian, padahal nilainya justru dapat terasa ketika perangkat sudah digunakan.
Risiko seperti ini biasanya baru terasa ketika kerusakan terjadi. Karena itu, perlindungan gratis sering kali dianggap sekadar bonus saat membeli perangkat, padahal manfaatnya justru bisa dirasakan ketika smartphone mulai digunakan sehari-hari.
Selain perlindungan, pilihan kanal pembelian dan kemudahan upgrade juga menjadi pertimbangan konsumen. Bagi yang mengutamakan produk dari jalur resmi, Apple Authorized Reseller (AAR) bisa menjadi pilihan.
Kemudian, program trade-in juga memungkinkan konsumen memanfaatkan nilai perangkat lama saat ingin beralih ke generasi terbaru. Pada periode peluncuran, kemudahan dan kepastian proses pre-order juga menjadi perhatian, terutama saat minat terhadap perangkat baru meningkat.
Pada akhirnya, memilih tempat membeli smartphone premium bukan hanya soal harga. Konsumen juga perlu melihat reputasi retailer, memastikan produk berasal dari jalur resmi, serta mempertimbangkan benefit yang didapat setelah pembelian.
Sebab, ketika mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah untuk sebuah smartphone, nilai pembelian tidak seharusnya berhenti saat transaksi selesai. Perlindungan dan layanan setelah pembelian juga menjadi hal penting untuk dipertimbangkan.
(anl/ega)
TAGSLIHAT LAINNYA