Investor Asing Net Buy Rp1,19 Triliun di Saham RI pada Agustus 2026
Warta Ekonomi, Jakarta -
Investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) di pasar saham Indonesia sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai net buy investor asing mencapai Rp1,19 triliun pada bulan tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, aliran modal asing ke pasar saham domestik masih berlanjut seiring dengan penguatan pasar saham sepanjang Agustus.
"Aliran modal masuk investor asing di pasar saham domestik juga berlanjut di bulan Agustus, di mana tercatat net buy investor asing senilai Rp1,19 triliun," ujar Hasan dalam konferensi pers RDKB OJK Agustus 2026 secara online, Senin (7/9/2026).
Sejalan dengan masuknya dana asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga melanjutkan penguatan. Pada akhir Agustus 2026, IHSG ditutup di level 7.670,48, naik 4,64% secara bulanan atau month to month (mtm).
Hasan mengatakan, ketahanan dan likuiditas pasar modal domestik masih terjaga. Kondisi tersebut tercermin dari perbaikan likuiditas perdagangan saham.
Rata-rata bid-ask spread pasar saham pada Agustus 2026 tercatat sebesar 1,17%, menyempit dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 1,33%. Menurut Hasan, penyempitan spread tersebut sejalan dengan pemulihan pergerakan pasar saham domestik.
Asing Net Buy SBN Rp15,35 Triliun
Selain pasar saham, investor asing juga menunjukkan minat yang kuat terhadap instrumen Surat Berharga Negara (SBN).
Sepanjang Agustus 2026, investor asing mencatatkan net buy di pasar SBN sebesar Rp15,35 triliun secara bulanan. Dengan demikian, total pembelian bersih asing di pasar saham dan SBN mencapai sekitar Rp16,54 triliun selama Agustus.
Penguatan juga terjadi di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup pada level 410,04 pada akhir Agustus 2026, naik 2,23% secara bulanan.
Baca Juga: OJK Jatuhkan Denda Rp104,63 Miliar kepada 113 Pelaku Pasar Modal hingga Akhir Agustus 2026
Baca Juga: OJK Hentikan 951 Pinjol Ilegal, 1,2 Juta Rekening Terindikasi Scam
Baca Juga: OJK Perintahkan Bank Blokir 38 Ribu Lebih Rekening Terindikasi Judi Online
Di sisi lain, industri pengelolaan investasi tetap terjaga. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana mencapai Rp652,88 triliun per 31 Agustus 2026, meningkat 0,05% dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski demikian, investor reksa dana mencatatkan net redemption atau penarikan dana bersih sebesar Rp8,5 triliun sepanjang Agustus 2026.
Sementara itu, produk investasi berbasis emas mulai berkembang setelah diluncurkannya Exchange Traded Fund (ETF) emas pada 10 Agustus 2026. Hingga akhir Agustus, terdapat tujuh produk ETF emas yang diterbitkan oleh tujuh manajer investasi dengan total dana kelolaan mencapai Rp90,39 miliar.
Jumlah Investor Tembus 31,14 Juta
Pertumbuhan pasar modal juga didukung oleh peningkatan jumlah investor domestik. OJK mencatat jumlah investor pasar modal bertambah 1,07 juta sepanjang Agustus 2026.
Dengan tambahan tersebut, total investor pasar modal mencapai 31,14 juta atau telah tumbuh 52,9% secara year-to-date (ytd).
Peningkatan jumlah investor tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat di pasar modal terus meluas, sejalan dengan berbagai inisiatif pendalaman pasar dan penguatan ekosistem digital.
Secara keseluruhan, kondisi pasar modal domestik pada Agustus 2026 menunjukkan tren positif. Penguatan IHSG dan pasar obligasi berjalan beriringan dengan berlanjutnya aliran dana asing, dengan investor asing mencatatkan net buy baik di pasar saham maupun SBN.