Investasi masuk Jambi capai Rp4,2 triliun didominasi sektor perkebunan - ANTARA News Jambi

Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jambi mencatat nilai investasi yang masuk ke daerah itu hingga triwulan II/2026 mencapai Rp4,2 triliun, yang didominasi sektor perkebunan, tanaman pangan dan peternakan dengan kontribusi hampir 25 persen.

"Total investasi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Tiongkok dan Prancis merupakan penyumbang terbesar," kata Kepala Bappeda Provinsi Jambi Agus Sunaryo di Kota Jambi, Rabu.

Agus menjelaskan berdasarkan sektor usaha, investasi tanaman pangan, perkebunan dan peternakan di Jambi hingga Juli 2026 mencapai Rp1,006 triliun.

Peringkat berikutnya diisi sektor industri makanan sebesar Rp795 miliar dan kehutanan Rp403 miliar. Sementara sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi berada di urutan keempat dengan nilai investasi mencapai Rp411 miliar.

Berdasarkan realisasi investasi wilayah hingga triwulan II, realisasi terbesar berada di Kabupaten Muaro Jambi yang mencapai Rp780 miliar, disusul Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebesar Rp758 miliar.

Urutan ketiga dan keempat ditempati Kabupaten Tebo sebesar Rp723 miliar dan Kota Jambi senilai Rp633 miliar.

Selanjutnya, urutan kelima hingga kesebelas meliputi Kabupaten Bungo (Rp608 miliar), Sarolangun (Rp214 miliar), Tanjung Jabung Timur (Rp168 miliar), Kota Sungai Penuh (Rp154 miliar), Batang Hari (Rp124 miliar), Kabupaten Merangin (Rp53 miliar), serta Kabupaten Kerinci (Rp12 miliar).

Realisasi investasi tersebut mampu menyerap 8.090 orang tenaga kerja, yang terdiri atas tenaga kerja lokal dan 11 orang tenaga kerja asing.

"Secara periodik, triwulan II mengalami perlambatan dengan nilai investasi sebesar Rp1,7 triliun, lebih rendah ketimbang triwulan I yang mencapai Rp2,5 triliun. Harapannya pada semester II tahun ini nilai investasi Jambi terus meningkat," ujar Agus.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.