Inovasi Baru! Kulit Labu Diolah Jadi Kemasan Makanan Antimikroba

Jakarta -

Kekhawatiran paparan mikroplastik dari kemasan makanan mendorong para peneliti mencari bahan yang lebih ramah lingkungan. Bahkan kini ada kemasan yang terbuat dari kulit labu.

Salah satu inovasi terbaru datang dari tim peneliti di Universitas Kyushu, Jepang, yang memanfaatkan limbah kulit labu untuk membuat kemasan makanan biodegradable. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal 'Food Research International'.

Kulit labu disebut sebagai material yang memiliki kemampuan melindungi makanan dari sinar ultraviolet, menghambat pertumbuhan mikroba, dan menjaga kandungan antioksidan lebih baik dibandingkan plastik konvensional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa teknologi ini masih berada pada tahap pengembangan dan belum siap dipasarkan secara luas.

Inovasi Baru! Kulit Labu Diolah Jadi Kemasan Makanan AntimikrobaInovasi Baru! Kulit Labu Diolah Jadi Kemasan Makanan Antimikroba Foto: Site News

Dilansir dari Yahoo! (30/07/2026), material kemasan tersebut dibuat dari kulit labu yang sudah dibuang. Limbah itu dipanaskan pada tekanan tinggi, kemudian dikeringkan dengan metode 'freeze drying' hingga menghasilkan karbon quantum dots, yaitu partikel mikroskopis berbentuk serbuk hitam.

Partikel ini kemudian dicampurkan dengan serat nabati dan gelatin untuk membentuk lapisan tipis yang dapat terurai secara alami.

"Kami sudah lama berfokus pada upaya memperpanjang masa simpan hasil pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap plastik," ujar ilmuwan pangan Universitas Kyushu, Fumihiko Tanaka.

Dalam pengujian laboratorium, lapisan kemasan tersebut digunakan untuk membungkus tomat ceri selama 20 hari.

Hasilnya menunjukkan kemasan berbahan kulit labu lebih efektif menghalangi paparan sinar UV, menekan pertumbuhan mikroba, dan mempertahankan aktivitas antioksidan dibandingkan plastik pembungkus biasa. Namun, plastik konvensional masih lebih unggul dalam mengurangi kehilangan kadar air pada makanan.

Inovasi Baru! Kulit Labu Diolah Jadi Kemasan Makanan AntimikrobaInovasi Baru! Kulit Labu Diolah Jadi Kemasan Makanan Antimikroba Foto: Site News

Terkait aspek keamanan, peneliti M.A. Reshaka Kavindi menjelaskan, "Uji viabilitas sel menunjukkan material dari kulit labu ini tidak bersifat toksik pada konsentrasi di bawah 2 mg/mL. Lapisan yang digunakan juga sangat tipis, sekitar 0,01 milimeter. Konsumen pun dapat mengurangi paparan dengan mencuci atau mengupas bahan makanan sebelum dikonsumsi."

Menurut peneliti lainnya, Fumina Tanaka, kemasan antimikroba yang umum digunakan saat ini biasanya memanfaatkan nanopartikel logam seperti seng oksida atau perak yang memiliki jejak lingkungan lebih besar.

Sebaliknya, karbon quantum dots dari kulit labu berasal dari bahan organik dan memiliki kompatibilitas biologis yang baik pada konsentrasi efektif.

Meski menjanjikan, para peneliti menekankan bahwa kemasan kulit labu ini masih memerlukan penelitian lanjutan. Sejauh ini, pengujian baru dilakukan pada tomat ceri selama 20 hari.

Mereka masih perlu mengevaluasi efektivitasnya pada berbagai jenis makanan serta kemampuannya melawan mikroorganisme lain, termasuk jamur, sebelum benar-benar dapat digunakan sebagai alternatif kemasan makanan komersial.

(sob/adr)