InJourney Airports Perkuat Kompetensi Bahasa Inggris Karyawan Berbasis AI, Gandeng ELSA Business |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports bekerja sama dengan ELSA Business untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris karyawan melalui program pelatihan berbasis kecerdasan buatan (AI). Program Multilanguage with AI-Powered Coaching tersebut diterapkan sebagai program wajib bagi unit Customer Handling Service di sembilan bandara.
Program ini ditujukan terutama bagi Customer Handling Officer yang menjadi garda terdepan dalam berinteraksi dengan penumpang. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris dalam berbagai situasi pelayanan di bandara, termasuk memberikan informasi kepada penumpang internasional, menangani keluhan, dan melakukan service recovery.
Learning and Development Group Head InJourney Airports Hary Budi Waluyo mengatakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas layanan bandara.
“Transformasi layanan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga kualitas interaksi yang diberikan setiap karyawan kepada pelanggan. Kolaborasi ini secara langsung mendukung transformasi bisnis dan peningkatan kualitas layanan berstandar internasional yang menjadi misi strategis InJourney Airports,” kata Hary.
Dalam program tersebut, peserta mendapatkan pelatihan yang menggunakan teknologi AI dan speech recognition untuk memberikan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Materi pelatihan juga disusun berdasarkan kebutuhan dan peran peserta.
Selain Customer Handling Officer, karyawan pada fungsi bisnis akan mendapatkan materi Professional Business Communication untuk mendukung kebutuhan komunikasi di lingkungan kerja.
Pelatihan dapat diakses melalui smartphone sehingga karyawan dapat mengikuti pembelajaran secara fleksibel, termasuk di sela pergantian shift, perjalanan menuju tempat kerja, maupun waktu luang tanpa mengganggu operasional.
ELSA Business menggunakan teknologi AI Speech Analysis, role-play berbasis skenario pekerjaan, serta pembelajaran yang dipersonalisasi berdasarkan tingkat kemampuan dan bidang profesi peserta. Platform tersebut juga menyediakan analytics dashboard yang memungkinkan perusahaan memantau perkembangan kompetensi, tingkat keterlibatan peserta, dan peningkatan kemampuan dari waktu ke waktu.
Data tersebut dapat digunakan oleh bagian sumber daya manusia dan manajemen untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan serta mengidentifikasi kompetensi yang masih perlu ditingkatkan.
Vice President ELSA Business Will Polese mengatakan kemampuan komunikasi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pengalaman pelanggan, khususnya dalam industri penerbangan.
“Di industri aviasi, setiap interaksi berkontribusi terhadap pengalaman pelanggan dan reputasi perusahaan. Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar keterampilan individu, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan InJourney Airports di mata dunia,” ujar Will.
Kolaborasi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya mobilitas internasional dan kebutuhan layanan bandara berstandar global. Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 13,9 juta pada 2024, naik 19,05 persen dibandingkan 2023.
InJourney Airports menyebut penguatan kemampuan bahasa Inggris menjadi bagian dari strategi pengembangan talenta untuk mendukung layanan bandara bertaraf internasional dan meningkatkan daya saing bandara Indonesia di tingkat global.