◐

Ini Motor Yamaha yang Paling Digemari Warga Bandung

Bandung -

Motor Yamaha dari kategori Classy ternyata menjadi salah satu model yang paling diminati warga Bandung. Yamaha menilai karakter Bandung sebagai salah satu pusat gaya hidup (lifestyle) turut membuat produk seperti Grand Filano dan Fazzio semakin mudah diterima konsumen.

Dikatakan Chief Yamaha DDS 2 Jawa Barat, Fitri Agustadhi, kategori Classy menunjukkan minat yang cukup tinggi di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung. Menurut Fitri, penerimaan konsumen terhadap Grand Filano dan Fazzio semakin kuat seiring citra produk yang makin meningkat.

"Kategori Classy banyak diminati di sini. Dari sisi model juga kan, Grand Filano, Fazzio, sudah mulai naik secara image, kemudian produknya juga kita banyak event-event ke anak muda aktivitasnya, kelihatannya sudah mulai diterima," ujar Fitri kepada wartawan di Bandung, Sabtu (26/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fitri, strategi Yamaha dalam menggelar berbagai kegiatan yang menyasar anak muda turut membantu memperkenalkan produk-produk Classy. Hal tersebut dinilai sejalan dengan karakter konsumen di Bandung yang dekat dengan tren lifestyle.

Ia mengatakan Bandung memiliki karakter pasar yang berbeda karena dikenal sebagai salah satu pusat lifestyle. Kondisi tersebut membuat produk dengan desain dan karakter yang kuat lebih mudah mendapatkan perhatian konsumen.

"Market Jawa Barat, terutama Bandung ini tempat yang memang seperti pusat lifestyle-nya ya. Jadi, mungkin gampang diterima dan kita gampang juga untuk menyerap dan menjualnya," ujar Fitri tanpa mau menyebut data penjualan motor Yamaha di Bandung.

Bandung sendiri menjadi salah satu kota penyelenggara Yamaha Grand Filano Classy Artsy Exhibition. Kegiatan ini dilaksanakan di kota kembang pada 19 September 2026 lalu.

Mengusung tema 'Redefine Your Kalcer', kegiatan ini jadi puncak rangkaian Classy Artsy Challenge, sebuah kolaborasi antara Yamaha dan Narasi yang mengajak para kreator untuk mengeksplorasi sekaligus mendefinisikan kembali art & culture versi mereka melalui karya visual.

(lua/din)