Industri modifikasi otomotif ciptakan nilai tambah ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut industri modifikasi otomotif di Indonesia tidak lagi dipandang sekadar sebagai hobi, tetapi sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan membuka peluang pasar global.

Menurut Riefky, industri modifikasi otomotif memiliki potensi besar karena melibatkan berbagai talenta dan pelaku usaha, mulai dari builder, desainer, teknisi, produsen komponen aftermarket, brand lokal, komunitas, media, hingga konten kreator.

“Mereka tidak hanya menciptakan karya estetis, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai nilai industri otomotif dari hulu ke hilir,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan pengembangan industri modifikasi kini memiliki landasan yang lebih kuat setelah modifikasi otomotif ditetapkan sebagai salah satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif dalam Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.

Dengan masuknya modifikasi otomotif sebagai subsektor ekonomi kreatif, aktivitas tersebut diharapkan dapat dikembangkan sebagai sektor produktif yang memiliki kontribusi terukur terhadap perekonomian, baik melalui investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja maupun kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Industri kreatif modifikasi otomotif Indonesia memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus menembus pasar global,” ujarnya.

Untuk merealisasikan potensi tersebut, Kementerian Ekraf mendorong penguatan ekosistem modifikasi otomotif, mulai dari pengembangan talenta, inovasi, kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pembiayaan dan pasar.

Penguatan ekosistem tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor atau heksaheliks yang melibatkan pemerintah, asosiasi, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, hingga lembaga keuangan.

Salah satu upaya memperluas eksposur karya modifikasi Indonesia ke pasar global dilakukan melalui NMAA IMI SEMA Project 2026. Proyek kolaborasi National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) tersebut akan membawa karya builder Indonesia ke SEMA Show 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Proyek tersebut menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 bertema Next Gen Culture dan akan membawa kendaraan hasil modifikasi Indonesia ke salah satu pameran aftermarket dan modifikasi otomotif terbesar dunia pada 3–6 November 2026.

Baca juga: Industri kreatif menggeliat melalui ajang lokal

Riefky menilai keikutsertaan karya modifikasi Indonesia di panggung internasional dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan kualitas talenta dan produk lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Kita menyaksikan babak baru perjalanan industri kreatif modifikasi otomotif Indonesia. Semoga langkah historis dari tempat ini hingga ke panggung dunia menjadi inspirasi bahwa karya modifikasi Indonesia tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga semakin dikenal dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional,” kata Riefky.

Sementara itu, Project Director IMX sekaligus Direktur Modifikasi dan Kendaraan Listrik IMI Pusat Andre Muljadi mengatakan keikutsertaan di SEMA Show 2026 membawa misi untuk menunjukkan kemampuan industri modifikasi Indonesia di tingkat global.

Baca juga: Pemprov NTB dukung kanwil ditjenpas kembangkan industri kreatif

“Misi utama kami melalui Semangat45 adalah membawa mobil hasil modifikasi karya anak bangsa ke panggung internasional terbesar di dunia, yaitu SEMA Show yang akan diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat,” ujar Andre.

Ia mengatakan kendaraan tersebut dikerjakan bersama para builder dengan melibatkan berbagai produk lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat menunjukkan standar industri modifikasi Indonesia sekaligus memperluas peluang produk dan talenta lokal untuk dikenal di pasar internasional.

Pewarta : Fitra Ashari
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026