Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Jadi Modal Penting Jaga Persatuan Bangsa

AKURAT.CO Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang mencapai level tertinggi sejak Indonesia berdiri menjadi sinyal positif bagi kehidupan sosial dan kebangsaan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan, menilai, kondisi tersebut menunjukkan kerukunan antarumat beragama di Indonesia masih terjaga dengan baik.

Masyarakat dari berbagai latar belakang agama dinilai tetap mampu hidup berdampingan, berinteraksi, dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau kita melihat kenyataan di lapangan, kerukunan umat beragama di Indonesia hingga saat ini memang masih terjaga. Masyarakat dari berbagai latar belakang agama tetap dapat hidup berdampingan, berinteraksi, dan bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan nasional," ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Ia menilai terjaganya stabilitas hubungan antarumat beragama merupakan hasil peran bersama pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, aparat keamanan, dan masyarakat yang terus menjaga semangat toleransi serta persatuan.

Meski demikian, Iwan mengingatkan capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah.

Menurutnya, kerukunan harus terus dipelihara melalui dialog, penguatan moderasi beragama, penegakan hukum yang adil, serta komitmen bersama untuk mencegah berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

"Capaian indeks tersebut patut diapresiasi, namun tidak boleh membuat semua pihak lengah. Kerukunan adalah sesuatu yang harus terus dirawat melalui dialog, pendidikan moderasi beragama, penegakan hukum yang adil, serta komitmen untuk tidak membiarkan provokasi yang dapat memecah belah masyarakat," katanya.

Iwan juga menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki peluang untuk terus memperkuat kebijakan yang menjamin kebebasan beragama sekaligus memperkokoh persatuan nasional di tengah keberagaman.

Baca Juga: DPR Minta Anggaran Pendidikan Fokus Benahi Sekolah Rusak dan Kekurangan Guru

"Indonesia memiliki modal besar berupa nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan budaya gotong royong. Selama nilai-nilai tersebut terus dijaga, saya optimistis kerukunan umat beragama akan tetap menjadi kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan," tuturnya.