◐

ILUNI UNP bekali calon lulusan pengetahuan AI untuk hadapi dunia kerja era digital

Padang (ANTARA) - Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang (ILUNI UNP) bekali 2.600 calon lulusan pengetahuan tentang perkembangkan Artificial Intelligent (AI) atau kecerdasan buatan, sebagai persiapan dan modal keahlian untuk memasuki dunia kerja di era digital .

Kegiatan tersebut dikemas dalam acara Pembekalan Wisudawan Periode 145 dan Campus Hiring dengan tema "UNP Future Talent Day 2026 Connecting Graduate , Careers and Future Technology Collaborated with NVIDIA Power The World's AI and Yours, di Auditorium UNP Air Tawar, Padang, Minggu.

Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Alumni Universitas Negeri Padang (DPP ILUNI UNP), Prof. M. Zaim mengatakan kehadiran Artificial Intellgent telah memengaruhi cara manusia belajar, dan bekerja, namun juga menghasilkan inovasi.

"AI dapat membantu kerja manusia, sehingga membuat dunia pendidikan juga menghadapi tantangan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan zaman," katanya.

Ia menambahkan keberhasilan lulusan setelah meninggalkan kampus turut menentukan reputasi almamater.

Menurutnya, alumni tidak hanya membawa identitas sebagai lulusan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar UNP yang dapat saling mendukung.

“Setelah saudara diwisuda, identitas akan bertambah. Bukan hanya lulusan perguruan tinggi, tetapi juga merupakan bagian dari keluarga besar, keluarga alumni UNP,” lanjutnya.

Selain itu, kontribusi alumni tidak selalu berupa materi, tapi dapat juga berupa pengalaman, informasi, kesempatan, mentoring dan jejaring profesional, bahkan membuka jalan bagi alumni lainnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Wakil Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNP, Prof. Refnaldi mengatakan teknologi berkembang sesuai kebutuhan zaman,.

"Perkembangan teknologi digital menuntut lulusan mengubah cara pandang dalam mempersiapkan karir. Apalagi dengan telah berkembangnya Artificial Intelligence atau AI," jelasnya.

Ia menambahkan saat ini, masyarakat dapat dikelompokkan menjadi digital resistance, digital immigrant, dan digital native.

Digital resistance adalah masyarakat yang hidup di zaman belum mengenal teknologi canggih, dan baru menggunakan mesin tik dalam pekerjaannya.

Kemudian digital immigrant adalah masyarakat yang hidup di masa peralihan ke teknologi digital, dari komputer ke laptop.

Sedangkan digital native adalah masyarakat yang lahir di era teknologi digital.

"Peluang kerja zaman digital tentunya juga berbeda dengan kebutuhan kerja zaman dulu yang masih manual, sehingga dibutuhkan keahlian dalam menguasai teknologi digital," jelasnya.

Kegiatan pembekalan wisudawan periode-145 diisi dengan talk show yang menghadirkan Consumer Business Lead NVidia in Indonesia, Adrian Lesmono, CEO Daunnet Media dan Influencer AI, Anjas Maradita, dan Kepala Pusat Penelitian dan PUI LPPM UNP, Hendra Hidayat.