IHSG Sesi I Turun 0,27%, Saham BYAN Jadi Beban

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup kembali melemah pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, (21/9/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG pada pembukaan perdagangan turun tipis 17,65 poin atau 0,27% ke level 6.423,51.

Indeks sempat dibuka di level 6.446,90 dan langsung bergerak di zona yang relatif bergejolak. Sepanjang perdagangan hingga data tersebut tercatat, IHSG mencatat level tertinggi di 6.451,33.

Sementara itu, tekanan jual sempat membawa IHSG turun cukup dalam hingga menyentuh level terendah 6.388,25. Dengan demikian, terdapat rentang pergerakan sekitar 63,08 poin antara level tertinggi dan terendah IHSG pada perdagangan hari ini.

Setelah menyentuh level terendah tersebut, IHSG terlihat mencoba melakukan pemulihan. Berdasarkan grafik intraday, indeks kembali bergerak di kisaran 6.410-6.425 dan kemudian berada di level 6.423,51.

Sepanjang perdagangan hingga siang ini, sebanyak 339 saham menguat, 311 saham melemah, dan 313 saham stagnan.


Mengutip Stockbit, dari sisi aktivitas transaksi, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sekitar pukul 12.16 WIB mencatat volume transaksi mencapai 142,89 juta lot.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp5,74 triliun, dengan frekuensi transaksi mencapai sekitar 1,06 juta kali.
Jika dirinci berdasarkan mekanisme perdagangan, transaksi di pasar reguler mendominasi aktivitas perdagangan. Volume transaksi pasar reguler tercatat mencapai 140,43 juta lot, dengan nilai transaksi sebesar Rp5,57 triliun dan frekuensi sekitar 1,06 juta transaksi.

Sementara itu, transaksi pada pasar negosiasi tercatat sebanyak 2,47 juta lot dengan nilai mencapai Rp176,92 miliar. Frekuensi transaksi di pasar negosiasi tercatat sebanyak 147 kali.

Adapun transaksi pada pasar tunai tercatat relatif kecil, yakni sebanyak 2 lot, dengan nilai transaksi sebesar Rp25.200 dan frekuensi sebanyak 2 kali.

Pelemahan IHSG siang ini terbebani oleh sektor energi yang turun 0,9%, disusul oleh sektor utilities -0,6%, dan sektor keuangan yang melemah 0,3%.

Adapun saham-saham yang menjadi pemberat IHSG antara lain, PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT. Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Sementara saham-saham penopang koreksi IHSG antara lain, PT. Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA), PT. Bumu Resources Tbk. (BUMI), PT. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT. Astra International Tbk. (ASII), dan PT. Barito Pacific Tbk. (BRPT).

Pergerakan pasar keuangan pada pekan ini akan dibayangi ketegangan di Timur Tengah, keputusan suku bunga sejumlah bank sentral, serta rilis data ekonomi dari dalam dan luar negeri.

Pasar akan mencermati konflik Houthi dan Arab Saudi, kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ), serta keputusan China mempertahankan Loan Prime Rate. Dari dalam negeri, perhatian utama tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan perkembangan uang beredar.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dijadwalkan merilis data pesanan barang tahan lama pada akhir pekan.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh kebijakan moneter AS dan tingginya harga komoditas energi. Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada pekan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun ketika AS masih menghadapi inflasi yang sulit turun dan imbal hasil obligasi yang berada di level tinggi.

Harga minyak saat ini masih berada di sekitar US$100 per barel, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga bertahan di dekat level 5%. Kondisi tersebut menjadi perhatian investor karena dapat meningkatkan tekanan terhadap inflasi sekaligus memengaruhi arah kebijakan moneter global.

Di tengah kondisi tersebut, pertemuan Trump dan Xi menjadi salah satu agenda yang menjadi perhatian pasar pada pekan ini. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu ekonomi, termasuk tarif perdagangan, mineral kritis, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta berbagai persoalan ekonomi lainnya.

Menjelang pertemuan tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. Pertemuan Bessent dan He dilakukan sebagai bagian dari pembicaraan awal sebelum kunjungan dan pertemuan Trump dengan Xi.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]