IBI Natuna minta ibu berikan ASI eksklusif
IBI Natuna minta ibu berikan ASI eksklusif
Sabtu, 1 Agustus 2026 17:31 WIB
Ketua IBI Cabang Natuna Firdian Fransisca. ANTARA/HO-IBI Natuna
Natuna (ANTARA) - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, meminta para ibu agar memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Ketua IBI Cabang Natuna Firdian Fransisca dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan peringatan Pekan Menyusui Sedunia atau World Breastfeeding Week setiap 1 Agustus menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap ibu menyusui.
Menurut dia, tema tahun ini, "Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works," mengajak seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan kepada ibu agar berhasil menyusui.
"Setiap tetes ASI merupakan investasi terbaik bagi kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak. Keberhasilan menyusui tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan lingkungan," katanya.
Ia menjelaskan ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan.
Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, ASI juga mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi, menurunkan risiko stunting, serta mendukung tumbuh kembang dan perkembangan otak secara optimal.
Ia mengingatkan agar bayi hanya mendapatkan ASI selama enam bulan pertama tanpa tambahan makanan maupun minuman lain, termasuk air putih, kecuali atas indikasi medis. Setelah berusia enam bulan, bayi mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi seimbang, namun pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih.
Selain bermanfaat bagi bayi, menyusui juga memberikan manfaat bagi ibu, antara lain membantu mempercepat pemulihan setelah melahirkan, mengurangi perdarahan masa nifas, membantu mengembalikan ukuran rahim, serta menurunkan risiko kanker payudara dan kanker ovarium.
"Menyusui juga mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi," katanya.
Ia mengatakan masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi ibu dalam memberikan ASI eksklusif, seperti kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyusui dan penyimpanan ASI, kekhawatiran produksi ASI tidak mencukupi, hingga keterbatasan fasilitas bagi ibu bekerja untuk memerah dan menyimpan ASI.
Oleh karena itu, IBI mendorong pemberi kerja menyediakan ruang laktasi dan tempat penyimpanan ASI agar ibu tetap dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.
"IBI Cabang Natuna bersama fasilitas pelayanan kesehatan akan terus memperkuat edukasi, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak bayi memperoleh haknya mendapatkan ASI eksklusif," ujar dia.
Selain itu, masyarakat juga diimbau meninggalkan anggapan yang keliru mengenai pemberian ASI, seperti membuang kolostrum atau memberikan madu, air putih, maupun susu formula kepada bayi sebelum berusia enam bulan tanpa indikasi medis.
IBI juga mengajak suami, orang tua, dan anggota keluarga lainnya berperan aktif mendukung ibu menyusui, mulai dari memberikan dukungan emosional, membantu pekerjaan rumah, hingga memastikan ibu memperoleh istirahat dan asupan gizi yang cukup.
"Pemberian makanan atau minuman terlalu dini justru dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan pencernaan, alergi, sekaligus mengurangi keberhasilan ASI eksklusif," ujarnya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.