Harga BBM nelayan jadi perhatian, Prabowo kumpulkan jajaran menteri

Harga BBM nelayan jadi perhatian, Prabowo kumpulkan jajaran menteri

Selasa, 14 Juli 2026 15:05 WIB

Image Print

Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama dua orang warga menekan tombol sirine disaksikan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (kiri) dan Menteri Koordinataor Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/tom/am.)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, yang antara lain membahas harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden menginstruksikan pemberian harga khusus BBM sebesar Rp15.000 per liter bagi nelayan yang mengoperasikan kapal berkapasitas 30 hingga 200 gross ton (GT).

"Pengusaha nelayan ini perlu diberikan harga kekhususan. Tadi dibahas bahwa harga yang disepakati adalah di harga Rp15.000 per liter," kata Airlangga sebagaimana disiarkan Sekretariat Presiden.

Airlangga menjelaskan nelayan dengan kapal di bawah 30 GT selama ini telah memperoleh BBM dengan harga khusus Rp6.800 per liter. Namun, kenaikan harga energi akibat dinamika di Timur Tengah sempat mendorong harga BBM non-subsidi hingga Rp21.300 per liter.

Menurut dia, harga khusus Rp15.000 per liter ditetapkan berdasarkan rata-rata biaya produksi solar dalam negeri sebesar Rp18.600 per liter. Selisih sekitar Rp3.600 per liter akan dibiayai menggunakan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Oleh karena itu, Pak Menteri ESDM akan mengeluarkan regulasi terkait dukungan tersebut, yang besarnya sekitar Rp3.600 per liter akan dibiayai oleh BPDP," ujar Airlangga.

Ia menambahkan BPDP memiliki dana yang cukup untuk mendukung kebijakan tersebut. Harga khusus BBM akan diberlakukan selama enam bulan dengan kuota total 400.000 ton.

Rapat terbatas itu dihadiri antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Hadir pula Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Selain itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Kepala BRIN Arif Satria, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria, dan Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa.

Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.