Hadir di Bank Dunia, Dompet Dhuafa Dorong Keuangan Sosial Islam untuk Entaskan Kemiskinan
Bagikan:
JAKARTA - Dompet Dhuafa menegaskan posisi Indonesia dalam peta keuangan syariah global saat hadir pada konferensi internasional di Markas Besar Bank Dunia (The World Bank Headquarters), Washington D.C., Amerika Serikat (15–16 Juli 2026).
Dalam forum bertajuk "Forging Shared Prosperity: Advancing Digital Islamic Economics and Finance through Inclusive Services and Ethical Practices", Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, menekankan pentingnya Islamic Social Finance (Keuangan Sosial Islam) sebagai pilar utama pengentasan kemiskinan dan pemenuhan keadilan sosial.
"Sinergi zakat, wakaf, dan penguatan ekonomi mikro dapat memutus rantai transaksi riba, memperkuat UMKM, serta mendorong masyarakat penerima manfaat (mustahik) bertransformasi menjadi pembayar zakat (muzaki)," tegas Ahmad Juwaini saat membawakan paparan bertajuk Social Finance Practices to Achieve Social Welfare.
Integrasi Ziswaf dan Keuangan Mikro Syariah (Blended Finance)
Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa instrumen Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) bertindak sebagai instrumen redistribusi kekayaan. Melalui skema blended finance—yakni penggabungan dana hibah ZIS dan modal wakaf dengan keuangan mikro—masyarakat kelas bawah dapat didorong menuju kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
BACA JUGA:
Optimalisasi ZISWAF secara makroekonomi terbukti memberikan dampak jangka panjang:
- Peningkatan Konsumsi Agregat: Memperkuat daya beli masyarakat kelas bawah.
- Pertumbuhan UMKM: Menggerakkan sektor riil dan usaha mikro.
- Efisiensi Anggaran Negara: Mengurangi beban APBN pada program bantuan sosial.
- Penyempitan Ketimpangan: Memperkecil jurang kesenjangan ekonomi.
Best Practices Dompet Dhuafa: Berdayakan 2,82 Juta Jiwa
Sebagai bukti konkret (best practices), Dompet Dhuafa memaparkan capaian program pemberdayaan sepanjang tahun 2025:
- Pendidikan: Beasiswa seperti ETOS, Bakti Nusa, dan Smart Ekselensia berhasil mengentaskan lebih dari 90% penerima manfaat dari garis kemiskinan setelah lulus.
- Ekonomi: Program Desa Tani, Dompet Dhuafa Farm, Budidaya Udang Vaname, hingga Sentra Kopi Sinjai berhasil membebaskan 70% UMKM binaan dari garis kemiskinan.
- Kesehatan & Sosial: Pengelolaan jaringan Rumah Sakit Dompet Dhuafa, Klinik Apung Lombok, serta respon cepat bantuan bencana.
Sepanjang tahun 2025, Dompet Dhuafa mencatatkan penghimpunan dana sebesar Rp426,3 miliar dan telah menyalurkan Rp425,9 miliar kepada 2,82 juta jiwa penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Model Pengelolaan Ziswaf Indonesia Diakui Dunia
Kehadiran Dompet Dhuafa di panggung dunia ini membuktikan bahwa praktik pengelolaan keuangan sosial Islam dari Indonesia telah menjadi rujukan internasional. Langkah ini sekaligus mendukung target pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Konferensi IFESDC 2026 ini diselenggarakan atas kolaborasi IMAAM Maryland, Universitas Tazkia, Sakinah Finance, dan Office of Executive Director (EDS16) The World Bank Group, serta dihadiri lebih dari 200 delegasi lintas negara yang terdiri dari regulator, akademisi, dan praktisi keuangan syariah global.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+