Gus Kikin Tegaskan PBNU Dukung Pemerintah dengan Fokus Bangun Manusia

AKURAT.CO Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan komitmen PBNU mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, dukungan tersebut akan diarahkan pada penguatan pembangunan manusia.

“Kita akan selalu mendukung program pemerintah, tetapi, NU itu kan lebih membangun manusianya, jadi manusianya itu yang dibangun di NU supaya kualitas manusianya bagus, bersama-sama dengan pemerintah kita mendukung program pemerintah,” ujar Gus Kikin di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Gus Kikin juga menyoroti sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia, seperti kebakaran hutan dan lahan, erupsi gunung api, serta gempa. Ia mengajak warga NU ikut membantu masyarakat yang terdampak.

Baca Juga: Draft Pengurus PBNU 2026–2031 Beredar, Nama Ulama Wafat Ikut Tercantum

“Yang bisa kita lakukan, namanya bencana itu memang kalau banyak korban ya kita harus ikut membantu lah, tetapi bahwa NU itu komunikasi vertikal dengan Tuhan, hablum minallah, jadi kita juga ikut berdoa supaya kita preventif, berusaha supaya tidak sering terjadi bencana,” katanya.

Terkait berbagai kerusuhan dan demonstrasi yang terjadi belakangan ini, Gus Kikin menilai pembangunan manusia perlu dilakukan dengan menumbuhkan kelembutan hati.

“Memang yang namanya membangun kemanusiaan itu membangun apa kelembutan hati. Sepanjang manusia itu hatinya masih lembut, nah, itu akan berkurang itu demo kemudian kejahatan-kejahatan, maka itu kita lakukan bersama-sama. Semua orang punya kewajiban untuk sama-sama kita berusaha agar kita bisa menghadirkan hati dalam setiap langkah,” paparnya.

Untuk kepengurusan PBNU ke depan, Gus Kikin mengatakan pihaknya akan kembali mengkaji Qanun Asasi sebagai pijakan organisasi. Ia menyebut NU pada abad kedua akan memperkuat persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan.

Baca Juga: Gus Gudfan Kembali Jadi Bendum PBNU, Gus Kikin: Agar Gaji Lancar

“Qanun Asasi ini nanti kita baca kembali bareng-bareng, baca masing-masing, nah baru kita aplikasikan, dan itu mungkin berbeda (dengan kepengurusan NU sebelumnya) karena memang NU itu sangat inklusif, lebih kepada bagaimana kita membangun kebersamaan,” tuturnya.