◐

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 900 meter di atas puncak - ANTARA News Jawa Timur

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 900 meter di atas puncak pada Senin pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin.

Ia mengatakan kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik," tuturnya.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Senin yakni pukul 01.45 WIB dengan visual letusan tidak teramati, kemudian pukul 04.39 WIB, dan 06.19 WIB, dengan masing-masing letusan setinggi 900 meter di atas puncak.

Sigit menjelaskan saat ini Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Sigit mengimbau masyarakat juga tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. "Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.