Gubernur Lampung: Sektor pendidikan dorong KPM PKH lebih mandiri
Gubernur Lampung: Sektor pendidikan dorong KPM PKH lebih mandiri
Selasa, 1 September 2026 21:19 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdiskusi dengan KPM PKH di Lampung Timur. ANTARA/HO-Koordinator PKH Lampung.
Presiden telah meluncurkan berbagai program strategis nasional yang sasarannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan melalui penguatan di sektor pendidikan dapat mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah itu jadi lebih mandiri.
"Presiden telah meluncurkan berbagai program strategis nasional yang sasarannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera yang berada di desil 1-4 seperti Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di sektor pendidikan," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan penguatan pendidikan itu salah satunya dilakukan melalui Sekolah Rakyat, yang bertujuan agar anak yang berasal dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan berkualitas, bahkan sampai jenjang perguruan tinggi melalui beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
"Diharapkan 1.543 orang Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan Lampung, dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Lampung melalui kegiatan edukasi," katanya.
Menurut dia, keterjangkauan akses pendidikan menjadi solusi bagi keluarga penerima manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang.
Tanggapan tambahan mengenai terbukanya akses pendidikan bagi anak Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan dikatakan oleh Ketua Tim Program Keluarga Harapan Lampung Slamet Riyadi.
"Seluruh Pendamping Sosial PKH di Lampung siap bersinergi dan kolaborasi untuk Lampung Maju. Pegawai kami yang berjumlah 1.543 orang berupaya optimal memberikan pelayanan terbaik kepada 351.017 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan yang tersebar di 229 kecamatan dan 2.654 desa atau kelurahan di Lampung," kata Slamet Riyadi.
Ia mengatakan capaian kinerja positif Program Keluarga Harapan Lampung dalam memberikan akses pendidikan bagi anak KPM PKH telah terlihat, yakni sebanyak 1.066 anak KPM PKH yang berhasil melanjutkan kuliah sejak 2017-2026, melalui Gerakan Ayo Kuliah.
"Mudah-mudahan tahun depan jumlah anak KPM PKH yang melanjutkan kuliah bisa meningkat signifikan. Mengingat di 2027, kami akan meluncurkan program Satu Desa Satu Sarjana. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan IPM dan penurunan kemiskinan di Lampung dalam jangka panjang," tambahnya.
Untuk mendukung perluasan akses pendidikan bagi anak dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Lampung, telah dilaksanakan Gerakan Ayo Kuliah yang telah berlangsung sejak 2017.
Gerakan tersebut berhasil memfasilitasi anak Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Lampung melanjutkan pendidikan tinggi ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Provinsi Lampung dan luar daerah.
Sejak 2017-2026 tercatat sebanyak 1.066 orang anak PKH berhasil lanjut kuliah yang diterima melalui berbagai seleksi, seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.