Gubernur Koster minta PDHI bantu edukasi lebih masif ke masyarakat terkait rabies - ANTARA News Bali

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster meminta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) provinsi setempat membantu mengedukasi masyarakat secara lebih masif terkait bahaya serta penanggulangan rabies.

"Persoalan rabies tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau tenaga kesehatan hewan, tetapi membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama, terutama dari masyarakat yang memelihara anjing," kata Gubernur Koster dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan edukasi mengenai rabies mendesak untuk ditingkatkan agar pemahaman warga bertambah.

Masyarakat dinilai masih perlu memahami bahwa memelihara hewan bukan hanya persoalan memberi makan dan merawatnya, tetapi juga memastikan kesehatan, vaksinasi, pengendalian reproduksi, serta keamanan hewan tersebut agar tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan sekitar.

Melalui pertemuan dengan PDHI, Pemprov Bali membahas penguatan kolaborasi dalam mempercepat penanganan penanggulangan rabies untuk mendukung terwujudnya Bali bebas rabies tahun 2030.

Upaya yang disiapkan PDHI Bali meliputi peningkatan edukasi, perluasan vaksinasi pada hewan penular rabies (HPR), serta pengendalian populasi hewan telantar melalui program sterilisasi secara manusiawi.

Gubernur Koster menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan peringatan World Rabies Day (WRD) 2026 sebagai momentum meningkatkan kesadaran publik dan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.

Acara tersebut rencananya digelar pada 27 September 2026 di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, dengan menyajikan sterilisasi dan vaksinasi gratis, pet fun walk, lomba anjing sehat, lomba makan untuk anjing, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.

"Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat, terutama melalui kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab," ujarnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemprov Bali itu mengajak masyarakat memanfaatkan momentum WRD 2026 untuk memutus mata rantai penyebaran rabies.

Selain di WRD 2026, ia mengimbau pemilik anjing di Bali untuk rutin memberikan vaksinasi rabies, tidak membiarkan hewan berkeliaran dan melakukan sterilisasi.

Masyarakat diminta tidak mengabaikan kasus gigitan HPR dengan segera mencari penanganan medis yang tepat dan melapor ke pihak terkait apabila mengalami gigitan.

Koster menekankan bahwa kesadaran masyarakat dalam mengenali risiko dan mengambil tindakan cepat menjadi salah satu kunci mencegah jatuhnya korban akibat rabies.

Sinergi antara pemerintah, PDHI, tenaga medis veteriner, komunitas pencinta hewan, dan masyarakat diyakini menjadi kekuatan penting untuk menciptakan langkah penanganan yang terintegrasi, inklusif, serta berdampak nyata bagi keamanan warga Bali.

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.