Gubernur Jambi turun pantau kebakaran Tahura STS - ANTARA News Jambi

Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Thaha Saifuddin (Tahura STS) Jambi tepatnya di Kabupaten Batang Hari mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi Al Haris turun langsung meninjau kondisi lahan yang sebelumnya terbakar dan memastikan penanganan terus dilakukan.

Saat berada di lokasi, Al Haris melihat sejumlah area lahan yang telah terbakar, meski sumber api tidak lagi terlihat, asap masih muncul di beberapa titik sehingga petugas terus melakukan pendinginan.

Gubernur Jambi Al Haris di Muara Bulian, Jumat, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran tidak hanya menguras sumber daya dalam penanganannya, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih kering dan rawan terjadi kebakaran.

“Saya mengimbau kepada masyarakat, mohon pengertiannya. Jangan lagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab seenaknya membakar hutan,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan biaya dan melibatkan banyak personel dari berbagai instansi. Dampaknya juga dirasakan masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang harus belajar dari rumah akibat kualitas udara yang tidak sehat.

“Berapa banyak biaya yang kita keluarkan, petugas yang hadir dan bekerja. Kemudian kasihan anak-anak sekolah, dari rumah saja belajar tidak bisa ke sekolah karena asap sudah tidak sehat,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mempercepat penanganan karhutla, pemerintah juga mengerahkan operasi pemadaman melalui udara menggunakan water bombing

Selain itu, ia juga menyebutkan dari empat unit water bombing yang disiapkan, tiga unit saat ini masih bekerja melakukan pemadaman, sementara satu unit sedang menjalankan misi lainnya.

“Kalau kita bekerja dengan empat water bombing, hari ini ada tiga yang bekerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila kondisi cuaca mendukung dan titik api di Batang Hari mulai terkendali, sebagian armada water bombing akan dialihkan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah lain.

“Nanti kalau cuaca sudah mulai bagus, kita minta dua di sini. Kalau sudah bagus di sini, kita kirim ke Tebo, saat ini dikarenakan sedang terbakar,” kata Al Haris.

Untuk itu, pemerintah berharap upaya pemadaman melalui jalur darat dan udara dapat mempercepat penanganan karhutla, sekaligus mencegah api kembali meluas di tengah musim kemarau.

Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.