Gubernur Andra ajak masyarakat Indonesia doakan proses pencarian
Tangerang (ANTARA) - Gubernur Banten Andra Soni mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kelancaran proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat (speedboat) yang hilang kontak sejak Senin (7/9) hingga kini.
Gubernur Andra juga menyampaikan keprihatinan mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan kelancaran proses pencarian.
"Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang terus melakukan upaya penyelamatan. Semoga ikhtiar ini dimudahkan dan kita segera menemukan saudara-saudara kita dalam keadaan selamat," kata Gubernur Andra dalam keterangannya di Pandeglang, Sabtu.
Pada hari Jumat (11/9), ia turun langsung memantau proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat (speedboat) yang hilang kontak menggunakan KN SAR 247 Tetuka.
Bertolak dari Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, ia memantau langsung jalannya operasi. Ia juga memonitor komunikasi radio terkait koordinasi antar-kapal yang terlibat dalam misi penyelamatan tersebut.
Baca juga: Warga Carita gelar doa bersama untuk jurnalis dan kru kapal
Ia turut memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh personel Tim SAR Gabungan agar senantiasa menjaga kesehatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Ia juga menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk kehadiran negara.
"Ini adalah bentuk ikhtiar negara melalui komitmen Presiden Prabowo Subianto agar seluruh potensi yang ada dimaksimalkan, dan itu saya lihat langsung di lapangan. Prosedur pencarian serta pemetaan (SAR Maps) kita serahkan sepenuhnya kepada Basarnas," jelasnya.
Sementara itu operasi pencarian hari kelima, KAP Sanjaya berangkat sekitar pukul 07.30 WIB. Kapal akan berlayar dengan total perjalanan pulang-pergi 80 mil, kecepatan pergerakan 10 knots, yang ditempuh dalam waktu kurang lebih delapan jam.
Pada hari kelima ini, tim SAR gabungan akan melanjutkan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal dengan luas area sebesar 4.512 nautical mile, dan penambahan kapal dari sebelumnya 13 menjadi 14 kapal, kemudian dibagi dalam enam sektor.
Pencarian akan lebih difokuskan ke area sekitar Lampung, Bengkulu, dan Ujung Kulon.
Baca juga: Kapolda Banten: Temuan pelampung kedua bukan milik kapal Arupadhatu 1
Baca juga: Tim SAR: Informasi orang terdampar dalam pencarian jurnalis nihil
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.