Gicquel/Delrue membuka sejarah emas Prancis di Kejuaraan Dunia

Gicquel/Delrue membuka sejarah emas Prancis di Kejuaraan Dunia

Minggu, 23 Agustus 2026 19:36 WIB

Image Print

Arsip foto - Pebulu tangkis ganda campuran Prancis Thom Gicquel (kanan) dan Delphine Delrue (kiri) pada babak final Kapal Api Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (8/6/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz

Jakarta (ANTARA) - Thom Gicquel/Delphine Delrue membuka sejarah emas Prancis di Kejuaraan Dunia BWF setelah menaklukkan unggulan pertama Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping pada final di New Delhi, India, Minggu.

Ganda campuran Prancis itu memenangi pertarungan tiga gim 22-20, 19-21, 21-15 untuk menjadi wakil pertama negaranya yang berdiri di podium tertinggi Kejuaraan Dunia.

"Banyak sekali emosi. Kami sangat bahagia dan sangat bangga bisa memenangi emas pertama untuk Prancis," kata Delrue dilansir laman resmi BWF.

Gicquel/Delrue merebut gelar tersebut melalui permainan taktis dengan membatasi keterlibatan Huang di depan net dan beberapa kali mengejutkan Feng lewat flick serve.

Strategi itu membantu mereka mengamankan gim pertama dengan skor ketat 22-20. Feng/Huang kemudian memberikan respons dengan merebut gim kedua 21-19 dan memaksa pertandingan ditentukan melalui gim ketiga.

Gicquel/Delrue kembali mengambil kendali pada gim penentuan dan mampu menjaga tekanan hingga menutup pertandingan 21-15.

Momen bersejarah itu bahkan lahir lewat flick serve pada match point yang memastikan emas pertama Prancis sepanjang Kejuaraan Dunia.

"Itu pertandingan yang luar biasa. Kedua pasangan bermain sangat baik dan kami harus mencoba banyak hal untuk bisa menang," ujar Delrue.

Menurut Delrue, pencapaian tersebut terasa makin istimewa ketika lagu kebangsaan Prancis untuk pertama kalinya berkumandang pada seremoni juara Kejuaraan Dunia.

Gicquel juga mengaku masih sulit mempercayai keberhasilan mereka menembus dominasi negara-negara kuat bulu tangkis dunia.

"Ketika berusia 10 tahun, kami tidak benar-benar berpikir hal seperti ini bisa terjadi. Bahkan sekarang rasanya masih sulit dipercaya," kata Gicquel.

"Ini sangat penting bagi bulu tangkis Prancis."

Keberhasilan Gicquel/Delrue kemudian menjadi pembuka hari bersejarah bagi Prancis.

Alex Lanier menyusul dengan merebut emas tunggal putra setelah mengalahkan wakil Jepang Kodai Naraoka dua gim langsung 21-11, 21-11 sehingga Prancis menutup Kejuaraan Dunia 2026 dengan dua gelar juara.

Gicquel/Delrue juga menjadi pasangan Eropa pertama yang memenangi nomor ganda di Kejuaraan Dunia sejak Thomas Laybourn/Kamilla Rytter-Juhl asal Denmark merebut gelar ganda campuran pada 2009, yang juga berlangsung di India.

Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026