Gerak IHSG Masih Malu-Malu, Intip Pergerakan Asing di Sesi 1
Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing kembali membukukan aksi jual bersih (net sell) pada perdagangan sesi I, Selasa (28/7/2026).
Investor asing mencatatkan nilai beli sebesar Rp1,5 triliun dan nilai jual mencapai Rp1,7 triliun, sehingga terjadi net sell Rp228,1 miliar di seluruh pasar.
Aksi jual terbesar investor asing terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan estimasi nilai mencapai Rp45,8 miliar.
Selanjutnya, asing juga banyak melepas PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) senilai Rp38,8 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebesar Rp23,7 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp20,7 miliar, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp19 miliar.
Daftar penjualan terbesar lainnya diisi oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) sebesar Rp17,8 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp14 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp13,7 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp11,7 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) senilai Rp10,7 miliar.
Di tengah aksi jual tersebut, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dibeli dengan estimasi nilai mencapai Rp30,9 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp23,8 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp23,3 miliar, serta PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp22,4 miliar.
Selain itu, asing juga memborong PT Raharja Energi Cepu Tbk (RAJA) senilai Rp17,5 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) Rp10,9 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp10,1 miliar, PT Multi Garam Utama Tbk (BACH) Rp7,9 miliar, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp6,8 miliar, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) sebesar Rp6,2 miliar.
Aksi jual bersih asing tersebut terjadi saat IHSG bergerak relatif stabil dibandingkan mayoritas bursa Asia. Hingga akhir sesi I, IHSG hanya melemah 0,04% ke level 6.183,16, sementara sejumlah indeks utama Asia terkoreksi tajam, dipimpin KOSPI Korea Selatan yang sempat terkena trading halt setelah anjlok lebih dari 8%.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]