Gempa NTT, Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan LPG Normal
Lukman Nur Hakim Akurat.co
| 26 Agustus 2026, 19:34 WIB

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim
AKURAT.CO PT Pertamina (Persero) memastikan infrastruktur dan distribusi energi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali beroperasi normal setelah terdampak gempa bumi.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron mengatakan, terdapat salah satu terminal Pertamina yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat gempa.
"Ada salah satu lokasi kita memang di terminal yang mengalami kerusakan yang cukup signifikan, tetapi saat ini semua SPBU sudah beroperasi dengan baik," kata Baron saat ditemui di Kantor Pertamina, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Pertamina Buka Suara soal Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10
Baron memastikan distribusi BBM, gas, dan LPG di wilayah terdampak tetap berjalan tanpa kendala.
Pertamina Patra Niaga juga terus menyiagakan personel untuk memantau penyaluran energi kepada masyarakat.
"Distribusi energi dari BBM, gas, dan LPG di sana tidak ada kendala. Teman-teman dari Pertamina Patra Niaga terus standby di sana, bergantian dan terus memonitor distribusi kepada masyarakat yang terdampak," ujarnya.
Lebih lanjut, Baron menuturkan, seluruh fuel terminal yang terdampak telah kembali beroperasi secara normal. Demikian pula dengan seluruh SPBU di wilayah tersebut.
Menurutnya, operasional SPBU sempat disesuaikan ketika terjadi gempa susulan. Penyesuaian tersebut dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan Pertamina.
"SPBU juga sudah beroperasi, sudah semua. Memang kemarin pada saat terjadi gempa-gempa susulan, sesuai dengan SOP kita harus menyesuaikan bukanya operasionalnya," tutur Baron.
Baca Juga: Pertamina Buka Suara soal Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9-10
Namun, setelah kondisi dinilai aman, operasional dan infrastruktur energi Pertamina telah kembali sepenuhnya normal.
"Tapi secara operasional dan infrastruktur sudah bisa kembali 100 persen normal," pungkasnya.