Gelar Bulan Inklusi Keuangan, OJK catat literasi keuangan Babel tertinggi se-Sumbagsel - ANTARA News Bangka Belitung
Pangkalpinang (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dengan tema "Akses Keuangan merata, ekonomi berdaya, masyarakat sejahtera", sebagai upaya membantu UMKM dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Wijaya mengatakan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) merupakan agenda rutin tahunan OJK yang dirangkai dengan kegiatan UMKM serta budaya lokal dan lomba untuk mengundang masyarakat agar turut memeriahkan bulan inklusi keuangan serta mengikuti edukasi bersama financial planner dan perbankan.
"Disini masyarakat yang hadir tak hanya mendapat literasi keuangan, OJK juga menginfokan bahwa industri jasa keuangan selalu hadir di Bangka Belitung untuk menyokong ekonomi dan melindungi konsumen," kata Eko usai membuka resmi kegiatan tersebut, di Pangkalpinang, Sabtu sore.
Eko mengatakan di kegiatan ini OJK Babel juga memperkenalkan usaha-usaha UMKM yang ada di Babel khususnya di Kota Pangkalpinang sekaligus mempertemukan mereka dengan industri jasa keuangan di Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang selama dua hari (17-18) Oktober 2026.
"Selain itu, disini kita membantu UMKM memperkenalkan usaha-usaha yang ada, disini kita juga mempertemukan mereka dengan semua industri jasa keuangan," ujarnya.
Di kesempatan ini Eko juga mengatakan literasi keuangan di Bangka Belitung tercatat sebagai yang terbaik di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), dan Bangka Belitung memperoleh terbaik pertama se-Sumbagsel.
"Untuk Sumbagsel kita ranking pertama, namun untuk se-Sumatera kita nomor dua, kita hanya kalah dari Kepri," terang Eko.
Meski literasi keuangan Bangka Belitung terbaik pertama se-Sumbagsel, namun masih ada pekerjaan rumah (PR) terkait angka inklusi keuangan. Untuk itu, OJK menggandeng HIPMI agar turut membantu para pelaku usaha muda mendapatkan pembiayaan dan pembinaan dari lembaga jasa keuangan.
"Kita menggandeng HIPMI agar ikut mendorong para pelaku usaha mendapatkan akses yang mudah untuk pembiayaan dan pembinaan," ujarnya.
Eko juga menambahkan, melalui kegiatan ini OJK Babel juga terus mengimbau masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan keuangan dan segera melapor jika hal tersebut sudah terjadi.
"Jika terkena kasus penipuan, OJK sudah punya Indonesia Anti Scam Center (IASC), bisa langsung ke sana sehingga rekening pelaku bisa cepat untuk diblokir," ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Belitung (Babel), Fery Afrianto mengatakan, Bulan Inklusi Keuangan (BIK) bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait literasi keuangan sehingga dipahami secara luas oleh masyarakat.
Bulan Inklusi Keuangan ini juga tujuan akhirnya adalah meningkatkan perekonomian Babel melalui UMKM sehingga akses layanan keuangan merata untuk pengembangan usaha dan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui Bulan Inklusi Keuangan ini kita harap pelaku usaha dapat tumbuh mendorong perekonomian Bangka Belitung sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Ferry.
Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.