◐

Gegara 198 Siswa-Guru Sakit Perut, Operasional SPPG Tulungagung Dihentikan

Minggu, 27 September 2026 - 04:00 WIB

Tulungagung, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungsari 1, Tulungagung, Jawa Timur.

Baca Juga

Penghentian dilakukan selama 20 hari setelah 198 siswa dan guru SMKN 1 Boyolangu mengalami dugaan gangguan pencernaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koordinator Wilayah BGN Tulungagung Habibi mengatakan, penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan pembinaan. Langkah ini untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Tanjungsari 1 sesuai standar yang ditetapkan.

Baca Juga

"Saat ini operasional SPPG Tanjungsari 1 sudah dihentikan sementara. Tidak ada lagi aktivitas produksi maupun distribusi MBG selama masa pembinaan," katanya, dikutip Minggu, 27 September 2026.

Habibi menjelaskan, keputusan penghentian operasional diambil setelah muncul laporan mengenai gangguan pencernaan yang dialami penerima manfaat MBG di SMKN 1 Boyolangu.

Baca Juga

Selama 20 hari penghentian, BGN akan melakukan pembinaan sekaligus memperbaiki standar operasional prosedur (SOP). Evaluasi mencakup seluruh tahapan, mulai dari proses produksi, pengolahan hingga distribusi makanan.

"Selama penghentian sementara kami fokus pada peningkatan dan perbaikan SOP yang masih perlu disempurnakan," ujarnya.

BGN juga telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap dapur SPPG Tanjungsari 1. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah komposisi menu MBG yang diberikan saat kejadian. Menu tersebut terdiri dari ayam bakar, sambal, dan buah anggur.

Menurut Habibi, kombinasi makanan tersebut berpotensi memicu gangguan pencernaan pada penerima manfaat dengan kondisi kesehatan atau sensitivitas tertentu terhadap jenis makanan.

"Menu seperti itu berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu kami evaluasi agar penyusunan menu lebih memperhatikan faktor keamanan dan kesesuaian konsumsi," katanya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Tulungagung mencatat sebanyak 198 siswa dan guru mengalami keluhan gangguan pencernaan berdasarkan hasil surveilans epidemiologi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.

Sampel tersebut masih menjalani pengujian laboratorium. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam waktu sekitar dua pekan.

Halaman Selanjutnya

BGN menyatakan penghentian sementara SPPG Tanjungsari 1 menjadi langkah pencegahan sekaligus evaluasi agar pelaksanaan program MBG tetap memenuhi standar keamanan dan kualitas bagi penerima manfaat. (Ant)