◐

Flash Charging BYD meluncur di RI, mampu isi daya baterai 5 menit

Jakarta (ANTARA) - BYD meluncurkan teknologi pengisian daya ultra cepat “Flash Charging” di Indonesia yang dikembangkan bersama Blade Battery generasi kedua dengan kemampuan mengisi daya baterai kendaraan listrik dari 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit.

Teknologi tersebut memungkinkan pengisian daya dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam sembilan menit pada kondisi lingkungan normal.

“Lima dan sembilan menit adalah waktu yang hampir sama dengan jika kita memesan secangkir kopi, atau mendengarkan sekitar dua lagu,” ujar Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Richard Li pada peluncuran tersebut di Jakarta, Rabu.

BYD menyebut, Flash Charging dirancang untuk menjawab salah satu tantangan utama kendaraan listrik, yakni waktu pengisian daya yang relatif lebih lama dibandingkan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.

“Mereka mengatakan, ‘saya sangat ingin punya mobil listrik, tapi di tempat saya sulit sekali mengakses stasiun pengisian daya. Pengisian daya yang kurang, dan waktu pengisian dayanya terlalu lama.’ Untuk mengatasi masalah konsumen ini, BYD bertanggung jawab untuk menjawabnya menggunakan teknologi,” kata Vice President BYD Co., Ltd, Liu Xueliang.

Baca juga: BYD pamer charger 1 megawatt, isi baterai 20-80 persen hanya 5 menit

Jajaran manajemen BYD Indonesia berfoto pada acara pengenalan teknologi Flash Charging dengan awak media di Jakarta, Senin (12/10/2026). (ANTARA/Pamela Sakina)

Teknologi ini mengandalkan Flash Charger dengan daya pengisian hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektornya. BYD menyebut perangkat tersebut sebagai pengisi daya dengan konektor tunggal berdaya tertinggi di dunia untuk produksi massal.

Selain menghadirkan pengisian daya berkecepatan tinggi, BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua yang dikembangkan untuk mendukung kemampuan pengisian cepat sekaligus meningkatkan kepadatan energi dan ketahanan baterai.

BYD mengklaim kepadatan energi baterai generasi kedua meningkat lebih dari lima persen dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan tersebut memungkinkan jarak tempuh kendaraan listrik mencapai lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian China CLTC.

Baterai tersebut juga dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap degradasi hingga 2,5 persen dibandingkan generasi pertama.

Dari sisi infrastruktur, Flash Charging menggunakan sistem penyimpanan dan pengisian energi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan daya tinggi tanpa memberikan tekanan berlebih pada jaringan listrik.

Baca juga: BYD bawa teknologi "God's Eye" untuk Z9 GT di Eropa mulai 2027

BYD juga mengembangkan desain konektor yang dilengkapi sistem katrol berbentuk T untuk memudahkan pengguna menghubungkan pengisi daya ke kendaraan.

Di China, BYD telah membangun 12.165 stasiun FLASH Charging hingga 7 Oktober 2026. Pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem pengisian daya berkecepatan tinggi secara lebih luas.

Di Indonesia, BYD menyebut akan menyediakan 100 fasilitas Flash Charghing yang tersebar di seluruh Indonesia hingga akhir 2026.

Hingga saat ini, mobil yang mendukung pengisian daya ultra cepat ini merupakan kendaraan BYD yang menggunakan Blade Battery generasi kedua, yakni Danza D9 terbaru dan Danza Z9 GT yang juga baru diluncurkan hari ini.

Melalui teknologi ini, BYD berupaya menghadirkan pengalaman pengisian daya kendaraan listrik yang lebih singkat sehingga dapat mendukung mobilitas pengguna sehari-hari.

Baca juga: BYD kaji peluang pasar mobil listrik mungil Racco di Indonesia

Baca juga: BYD pastikan mobil Denza yang beredar tak terdampak perubahan nama

Baca juga: BYD ungkap rencana soal Atto 1 generasi baru

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026