◐

Fictor Roring Usulkan Dua Kompetisi IBL untuk Kepentingan Timnas Basket Indonesia |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan pelatih timnas basket putra Indonesia Fictor Roring mengusulkan Indonesia Basketball League (IBL) mengembangkan dua kompetisi dengan regulasi berbeda untuk memperluas kesempatan bermain pebasket lokal. Satu kompetisi dapat tetap memperbolehkan pemain asing, sementara kompetisi lainnya khusus diperuntukkan bagi pemain Indonesia. Kedua kompetisi diharapkan punya jumlah game yang sama banyaknya, minimal 20 laga.

Menurut dia, dua format kompetisi tersebut dapat menjadi jalan tengah antara kepentingan industri dan kebutuhan pembinaan pemain nasional. Kompetisi dengan pemain asing tetap diperlukan untuk menjaga kualitas serta daya tarik liga, sedangkan kompetisi khusus pemain lokal dapat memberikan ruang lebih besar bagi pebasket Indonesia yang minim menit bermain di liga utama.

“Filipina punya tiga kompetisi dalam setahun dengan regulasi berbeda. IBL mungkin bisa membuat dua kompetisi yang berbeda. Satu dengan pemain asing dan satunya lagi murni semua pemain lokal,” kata Fictor dalam diskusi “Satu Ekosistem Bola Basket Indonesia: Pembinaan, Liga, Industri, dan Prestasi” yang diselenggarakan Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga) di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Ito, sapannya, menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki IBL All Indonesian yang memberikan ruang bagi pemain lokal. Namun, ia menyoroti durasi kompetisi tersebut yang dinilai masih terlalu singkat. Tahun, ini IBL All Indonesian hanya bergulir selama sepekan.

Menurut dia, kompetisi khusus pemain Indonesia seharusnya memiliki jumlah pertandingan yang cukup sehingga pemain mendapatkan pengalaman bertanding secara konsisten. Dengan demikian, ajang tersebut tidak sekadar menjadi turnamen tambahan dalam kalender kompetisi.

“"Kalau IBL All Indonesian itu 25 atau 30 game, selesai masalah menit bermain bagi pemain lokal. Kalau kompetisinya panjang, pemain yang selama ini kurang mendapatkan kesempatan bisa menunjukkan kemampuannya,” kata Ito.

Lebih banyak pertandingan juga dinilai akan membantu tim pelatih nasional dalam melakukan pemantauan. Pemain memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperlihatkan performa dalam situasi pertandingan kompetitif, sementara pelatih tim nasional mendapatkan bahan evaluasi yang lebih luas untuk menentukan pemain yang layak dipanggil.

Managing Director Badan Tim Nasional DPP Perbasi Jeremy Imanuel Santoso sebelumnya menilai regulasi liga dapat memengaruhi kesiapan pemain tim nasional, meski mengakui pembinaan bukan tanggung jawab utama kompetisi profesional. Ia mencontohkan pengaturan pemain asing di liga China dan Filipina yang memiliki pendekatan berbeda.

Jeremy menilai jumlah pertandingan dan kesempatan tampil merupakan faktor penting dalam membangun kesiapan atlet untuk menghadapi kompetisi internasional. Karena itu, sinergi antara regulasi liga dan kebutuhan tim nasional menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam membangun ekosistem basket Indonesia.

Menurut Jeremy, faktor jumlah pertandingan dan pemain asing mempengaruhi kesiapan pemain di medan perang. Ia mencontohkan saat Indonesia merebut emas basket putra pada SEA Games 2021 yang dimainkan pada 2022, para pemain lokal Indonesia lebih siap karena punya menit bermain lebih banyak. Saat itu, aturan IBL membolehkan tiap klub mengontrak dua pemain asing, tapi keduanya tak boleh bermain berbarengan di lapangan.

"Kita akui ada penurunan dari 2022 ke sekarang, tapi kita memang tak bisa menurunkan kembali skuad yang sama saat merebut emas dengan sekarang," kata Jeremy.

Ia mengatakan, BTN akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat timnas Indonesia tampil kompetitif di berbagai ajang yang diikuti. Salah satunya dengan menerapkan aturan bahwa pelatih timnas basket putra tidak boleh terafiliasi dengan klub.